Cap Go Meh

Turis Asing Tarpukau Saksikan Cap Go Meh, Atraksi 847 Tatung di Singkawang & Pawai Naga di Pontianak

Setiap perayaan agama hendaknya disikapi sebagai momen untuk lebih mengokohkan hubungan umat apapun.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Parade tatung pada puncak event Imlek 2571 dan Cap Go Meh 2020 disepanjang Jalan Diponegoro, Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (8/2/2020). Parade tatung ini diikuti 847 tatung. 

"Dari kecil kan sudah dikasih, katanya itu untuk keberuntungan. Terus buat ada yang jaga kita dari bahaya," terang gadis berparas cantik ini.

Walaupun pada perayaan Cap Go Meh tahun ini diterpa isu virus corona, ia pun tak menghawatirkan hak tersebut.

"Semoga perayaan Cap Go Meh semakin meriah," katanya.

Kemeriahan Cap Go Meh (CGM) tahun ini di Singkawang semakin semarak dengan kehadiran Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI), Fachrul Razi, yang mewakili Presiden RI.

Ia menyatakan bahwa perayaan CGM bukan hanya momennya Kota Singkawang, tapi momennya nasional.

Fachrul mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya event tahunan di Kota Singkawang ini.

"Terima kasih menunjukkan persatuan dan kesatuan kita," ucapnya saat membuka Festival Cap Go Meh Kota Singkawang 2020, Sabtu (8/2/2020).

Fachrul Razi membuka CGM di Kota Singkawang mewakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang berhalangan hadir.

Pembukaan dilakukan Menag dengan memukul loku (gendang), di panggung kehormatan, Jalan Diponegoro, Kecamatan Singkawang Barat.

Turut mendampingi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Singkawang Irwan, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Ketua Umum Panitia CGM Kota Singkawang Hengky Setiawan, Ketua Pelaksana Panitia CGM Kota Singkawang Tjhai Leonardi.

Kapolda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, anggota DPR RI di antaranya Dr Adrianus Asia Sidot, anggota DPD RI, forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

Menag RI, Fachrul Razi, mengawali sambutannya dengan menyampaikan dua buah pantun mengenai Kota Singkawang dan Festival Cap Go Meh.

"Setiap perayaan agama hendaknya disikapi sebagai momen untuk lebih mengokohkan hubungan umat apapun," katanya.

Ia menegaskan perbedaan harus disikapi sebagai sumber kekuatan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved