Cap Go Meh
Turis Asing Tarpukau Saksikan Cap Go Meh, Atraksi 847 Tatung di Singkawang & Pawai Naga di Pontianak
Setiap perayaan agama hendaknya disikapi sebagai momen untuk lebih mengokohkan hubungan umat apapun.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ia pun menceritakan, tato di tubuhnya adalah tato Dayak Iban.
Ia menyebutkan, dirinya sudah lama berada di Borneo, terutama Sarawak, Malaysia.
Apalagi dirinya memiliki banyak keluarga di Sarawak.
Sementara itu Hakka Amoy Elisabeth dan Hakka Koko Kerlvin turut larut dalam perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang.
Keduanya sangat senang dan antusias menyaksikan pawai Cap Go Meh ini.
Bukan tanpa alasan, ia menyebutkan jika perasaan bahagianya timbul karena semua masyarakat dapat berkumpul bersama di Singkawang dan menyaksikan perayaan Cap Go Meh.
Kerlvin mengungkapkan jika perayaan Cap Go Meh ini sangat menarik dan merupakan kegiatan yang patut untuk disaksikan.
"Saya sangat tertarik dengan Festival Cap Go Meh ini karena bisa menyaksikan secara bersama-sama atraksi tatung, naga, dan barongsai yang sangat menarik," ungkapnya.
Tak hanya di Singkawang, di Pontianak pun perayaan CGM berlangsung meriah.
Satu dari ribuan penonton, adalah Claria.
Ia menilai agenda pawai naga yang digelar di Kota Pontianak merupakan agenda keren.
Setiap tahunnya, warga Pontianak ini tak pernah ketinggalan menyaksikannya.
"Setiap tahun suka lihat naganya," ujarnya.
Pada setiap pertunjukan naga, mulai dari buka mata, Claria selalu berburu jenggot dari replika naga yang melakukan atraksi.
Clarita menyampaikan bahwa menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, jenggot dari replika naga dapat menambah keberuntungan dan rejeki.