Ujaran Kebencian

Tangani Laporan Ujaran Kebencian, Polda Kalbar Minta Bantuan 4 Saksi Ahli

Setelah di lakukan penelusuran, pihaknya pun telah mendapati lokasi akun Facebook tersebut.

Tribunpontianak.co.id/Ferryanto
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah saat menjelaskan langkah Polda Kalbar tangani kasus ujaran kebencian atas laporan Paguyuban Merah Putih, Kamis (6/2/2020) 

PONTIANAK - Peguyuban Merah Putih yang terdiri dari 22 Paguyuban Se Kalbar melaporkan sebuah akun Facebook atas ujaran kebencian di Grub Facebook beberapa waktu lalu.

Menyikapi laporan tersebut, saat melakukan pertemuan di Mapolda Kalbar Kamis (6/2/2020) pagi, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah yang hadir mendampingi Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Imam Sugianto menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang pihaknya telah lakukan ketika mendapati informasi awal terkait adanya ujaran kebencian ini.

Setelah di lakukan penelusuran, pihaknya pun telah mendapati lokasi akun Facebook tersebut.

"Kami menemukan lokasi yang bersangkutan, sebelum menemukan lokasi yang bersangkutan, kami menemukan nomor handphone yang di gunakan, ini yang paling penting, inilah nomor handphone yang digunakan untuk menshere kata - kata berisi profokatif dari akun DS, dan setelah melakukan cek pos terhadap akun tersebut, ternyata alamatnya ada di provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Mandau, Kelurahan Balai Makam,"ungkapnya.

Pergantian Kapolda Kalbar, Safruddin: Didi Seorang Sosok Humanis

Setelah itu pihaknya pun melakukan pengecekan terhadap nomor handphone yang digunakan, dan didapatilah indentitas pemilik nomor handphone dari Registrasi Nomor handphone tersebut.

Terkait kasus ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan saksi ahli.

Yang pertama yakni ahli bahasa yakni Profesor Wahyu Wibowo dari Universitas Nasional Jakarta.

"Ahli bahasa ini akan menjelaskan apakah kata - kata di Facebook itu masuk dalam ranah dalam undang - undang, dimana itu menimbulkan rasa kebencian, permusuhan, individu dan kelompok masyarakat tertentu atas dasar Suku, Ras, Agama, dan antar golongan,"terangnya.

Kamudian pihaknya juga akan meminta keterangan dari saksi ahli, yakni Ahli Pidana bernama Dr. Sri Ismawati dari Universitas Tanjungpura Pontianak.

Selanjutnya, pihaknya akan memeriksa keterangan dari saksi ahli ITE.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved