DPRD Berharap Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Nasib Petani Karet Kapuas Hulu
Menurutnya, untuk memperjuangkan nasib petani karet harusnya ada sinergisitas antar pemerintah pusat, dan daerah.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Maudy Asri Gita Utami
KAPUAS HULU - Menanggapi anjloknya harga jual getah karet, Anggota DPRD Kapuas Hulu Willy Munandar berharap Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat bisa lebih memperhatikan nasib para petani karet.
"Kita tahu bersama bahwa, di Kapuas Hulu sebagian besar masyarakat adalah petani karet, dari hasil karet lah bisa menopang ekonomi masyarakat kecil, dan menengah."
"Bahkan dari hasil karet juga untuk membiayai anak-anak mereka sekolah sampai bisa menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi," ujarnya kepada Tribun, Kamis (6/2/2020).
Menurutnya, untuk memperjuangkan nasib petani karet harusnya ada sinergisitas antar pemerintah pusat, dan daerah.
• Soal Peremajaan Karet dan Sawit, Winston: Manfaatkan Kecanggihan Teknologi
"Harga karet yang masih murah membuat dilema di masyarakat, untuk usaha lain seperti Kratom masih belum jelas regulasinya, karena tidak ada kepastian hukum," ucapnya.
Apalagi jelas Anggota DPRD dapil Kapuas Hulu III itu, untuk usaha PETI yang juga merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat masih dalam perjuangan pemerintah daerah, supaya bisa diatur regulasinya.
"Mudah-mudahan ke depan harga karet bisa berangsur membaik sehingga perekonomian masyarakat menengah ke bawah bisa lebih kuat," ungkapnya.
Aspal dari Karet
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Yohanes Rumpak mendorong agar Kalbar dapat menjadi pilot project penggunaan aspal dari karet.
Hal ini diungkapkannya bukanlah tanpa alasan.
Namun selain daripada peningkatan kualitas aspal, diyakini pula akan berdampak positif pada petani.
"Satu diantara riset yang perlu dilakukan adalah mendorong pemerintah pusat serius memastikan bahwa karet bisa menjadi bahan baku aspal," katanya, Kamis (23/01/2020).
"Ada dua manfaat sekaligus yang kita dapatkan. Pertama, biaya infrastruktur lebih murah karena bahan ada dilokal. Kedua, pendapatan petani karet meningkat, dan ketika pendapatan meningkat daya saing dan beli meningkat. Biaya untuk pendidikan dan kesehatan ada, berarti aksesnya ada dan meningkat," tambahnya.
Terlebih, kata dia, sejauh ini Presiden Jokowi sangat mendorong karet menjadi bahan baku aspal.
"Kita berharap bahwa Menko Perekonomian dan Bappeda agar Kalbar menjadi pilot project menerapkan infrastruktur jalan yang berasal dari karet," pintanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bahan-olahan-karet5.jpg)