Eko Gunawan dan Isa Veronika Didaulat Hakka Ako Amoi Singkawang 2020
Mereka berhasil menyisihkan finalis lainnya dalam ajang yang digelar dua tahun sekali oleh Perkumpulan Hakka Indonesia (Perhakin) Kota Singkawang
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
SINGKAWANG - Eko Gunawan (20) bersama Isa Veronika (20) terpilih menjadi Hakka Ako dan Hakka Amoi 2020 pada malam final pemilihan Hakka Ako Amoi 2020 di Singkawang Grand Mal, Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (4/2/2020).
Mereka berhasil menyisihkan finalis lainnya dalam ajang yang digelar dua tahun sekali oleh Perkumpulan Hakka Indonesia (Perhakin) Kota Singkawang.
"Yang pastinya saya sangat senang dan saya sangat bersyukur, saya tidak menyangka saya terpilih dan saya diberikan kepercayaan untuk menjadi perwakilan Ako Amoi 2020," ungkap Hakka Amoi 2020, Isa Veronika.
Selama menjalani karantina tiga hari, Isa mengaku banyak belajar mengenai keteladanan, kemandirian dan bagaimana berbicara yang cepat dalam public speaking.
Sebagai Hakka Amoi 2020 dirinya berkomitmen melestarikan berbagai budaya Hakka seperti festival Cap Go Meh, sembahyang kubur dan lainnya.
• Hadiri Open House Imlek, Finalis Hakka Amoi Singkawang 2020 Ungkap Sosok Tjhai Chui Mie
"Agar generasi berikutnya tahu sehingga Singkawang harus menjadi lebih ramai, lebih terkenal dan dikenal masyarakat nasional dan internasional," tuturnya.
Hal senada diungkapkan Hakka Ako 2020, Eko Gunawan. Eko berkomitmen untuk terus melaksanakan visi misi dirinya yakni berkolaborasi dengan masyarakat dan menjadikan komunitas Hakka Ako Amoi ini menjadi talimas nomor satu.
"Misi saya akan berkontribusi dan bekerjasama dengan masyarakat serta mengedukasi generasi milenial," tuturnya.
Mahasiswa Jurusan Akuntansi di Universitas Terbuka ini akan melestarikan budaya Hakka dimana atau di antaranya yang terkenal di Kota Singkawang adalah Festival Cap Go Meh.
Festival Cap Go Meh menjadi magnet karena banyak turis asing yang datang sehingga banyak sekali keuntungan yang didapatkan baik bagi pemerintah melalui pendapatan asli daerah (PAD) maupun masyarakat secara langsung.
"Saya siap menjaga nama dan mengemban tugas Hakka Ako Amoi," ucapnya.
Sementara itu Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie yang hadir menyerahkan piala dan penghargaan kepada Hakka Ako Amoi 2020 berharap para pemenang bisa memperkenalkan dan mempromosikan adat istiadat Hakka ke depan.
Kegiatan yang dilaksanakan dua tahu sekali ini digelar agar anak-anak generasi muda lebih mengerti tentang adat dan budaya Hakka.
"Saya mengharapkan mereka meneruskan dan melestarikan budaya dan adat istiadat Hakka kepada generasi berikutnya," ucapnya.
Kota Singkawang adalah miniaturnya Indonesia. Ia mengajak semua budaya yang ada di Kota Singkawang untuk sama-sama mengemas kebudayaannya dengan baik.