Human Interest
Renovasi Kantor Gubernur Kalbar, Midji: Bikin Pelayanan Cepat dan Nyaman
Midji mempersilahkan Fraksi PKB dan anggota DPRD lainnya untuk melihat Kantor ESDM, Perpustakaan, Dekranas yang kondisinya memprihatinkan.
Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
Laporan wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Gubernur Kalbar, H Sutarmidji menyatakan secara bertahap Pemerintah Provinsi Kalbar terus meningkatkan program pembangunan infrastruktur. Selain infrastruktur dasar bagi masyarakat, pembangunan perkantoran juga menjadi salah satu prioritas. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Hal ini ditegaskan gubernur terkait komentar anggota DPRD Kalbar M Rizka dari Fraksi PKB yang menyatakan pembangunan dan rehab gedung Kantor Gubernur Kalbar adalah permbangunan yang sia-sia atau mubazir terhadap anggaran.
“Gedung yang akan dibangun digunakan untuk pelayanan agar lebih cepat dan murah. Silakan dewan lihat sendiri kondisi kantor-kantor pemerintah provinsi. Ngapain juga kita membangun untuk hal yang mubazir," ucap Midji, Minggu (2/2/2020).
• Irjen Pol dr Remigius Sigid Akan Jabat Kapolda Kalbar, Irjen Pol H Didi Mutasi ke Itwasum Polri
• Muda Mahendrawan Optimis Desa Mandiri di Kubu Raya Bertambah
Midji juga mempersilahkan Fraksi PKB dan anggota DPRD lainnya untuk melihat Kantor ESDM, Perpustakaan, Dekranas dan lainnya yang kondisinya cukup memprihatinkan. Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini, menegaskan dalam tahun kedua ia memimpin Kalbar ditargetkan infrastruktur pemerintahan ini harus tuntas.
"Jangan sampai ada kantor pemerintah yang sewa ruko lagi. Seperti Kantor Dinas Kehutanan itu. Kita bicara pelayanan publik, tapi sarana dan prasarananya amburadul," tukas Midji.
Selain itu, Midji juga meminta yang beresangkutan untuk melihat pagar dan halaman serta kondisi bangunan Kantor Gubernur Kalbar saat ini yang banyak kerusakan di sana sini.
"Beberapa kantor juga ada ynag mengajukan perbaikan bangunan, tapi saya putuskan terpusat untuk kantor yang memberikan pelayanan. Sehingga pelayanan bisa cepat dan nyaman," ujar Midji.
Lanjut dijelaskannya k edepan persaingan bukan sekadar cepat dalam memberikan pelayanan, tapi harus ada kenyamanan.
"Contoh saja kenapa banyak yang berobat ke Kuching dan Singapura, karena kenyamanan. Kalau pelayanan biasa dan sama aja, untuk apa. Sebab masyarakat harus merasa nyaman dengan kondisi yang ada," ucap Midji.
Kemudian Midji menyebutkan kondisi sekarang untuk kegiatan yang lebih 200 orang saja sulit dilaksanakan di Gedung Kantor Gubernur Kalbar. Pasalnya Balai Petitih cuma bisa untuk kegiatan kurang dari 200 orang.
"Saya sependapat dengan yang bersangkutan, jangan sampai APBD untuk hal yang mubazir, termasuk membuat kegiatan yang di bawah Rp 200 juta yang jumlahnya ribuan kegiatan, yang intinya bukan kewenangan provinsi," ujarnya.
Tahun depan Midji menegaskan, pihaknya juga masih konsen terhadap pembangunan infrastruktur jalan dalam membuka akses masyarakat Kalbar.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPRD Kalbar, Muhammad Rizka Wahab menilai pembangunan kantor Gubernur yang baru mubazir terhadap anggaran. Mestinya, kata dia
gubernur komit dengan janji politik saat maju Pilgub, dalam hal ini untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang selalu menjadi masalah di Kalbar.
"Saya rasa kantor gubernur saat ini masih sangat layak untuk digunakan, kenapa musti memubazir membuang uang karena membangun lagi yang baru, apalagi dengan dana sangat-sangat besar,” tukasnya.