Pria 79 Tahun Dikabarkan Tewas Setelah Digigit Ular Harimau, Salah Satu Paling Mematikan di Dunia

eorang lelaki lanjut usia dari negara Tasmania meninggal setelah beberapa kali digigit ular harimau (Notechis scutatus) yang melingkar di lengannya

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Wikipedia
Ilustrasi Ular Harimau - Pria 79 Tahun Dikabarkan Tewas Setelah Digigit Ular Harimau, Salah Satu Paling Mematikan di Dunia 

Pria 79 Tahun Dikabarkan Tewas Setelah Digigit Ular Harimau, Salah Satu Paling Mematikan di Dunia

Ancaman keberadaan ular yang mulai masuk ke pemukiman warga juga patut diwaspadai.

Keberadaan ular yang masuk menyasar ke pemukiman membuat resah masyarakat di sejumlah daerah.

Semakin banyak ular, bermunculan di berbagai wilayah Indonesia termasuk pemukiman warga sejak beberapa waktu lalu menjadikan teror sempat menjadi momok.

Bahkan baru-baru adalah kabar meninggalnya seorang pawang ular bernama Norjani di Mempawah Kalimantan Barat lantaran di gigit ular kobra, Sabtu (25/1/2020) lalu. 

Norjani saat itu berusaha menundukkan ular kobra yang baru saja ditemui warga di dekat rumahnya

Namun teror ular ternyata tak hanya di Indonesia saja, baru-baru ini masyarakat di Thailand dihebohkan dengan penemuan sepasang ular kobra dalam keadaan terjerat di pagar yang dibuat untuk melindungi bebek yang dipelihara penduduk.

Kini kabarnya seorang lelaki lanjut usia (lansia) dari negara Tasmania meninggal setelah beberapa kali digigit ular harimau (Notechis scutatus) yang melingkar di lengannya.

Ya, pria bernama Winston Fish (79) adalah warga  dari negara bagian kepulauan Australia, menggembalakan domba di tanah pertaniannya di Oatlands, sebuah desa di utara ibukota Tasmania, Hobart, pada hari Selasa (28/1/2020) ketika ia menemukan ular yang menggigitnya.

"Setidaknya lima kali saat berada di kandangnya (domba), digigit kaki dan di tangannya, "ujar Brian Fish saudara Winston Flash dilansir TribunPontianak.co.id dari ABC News Australia, Senin (3/2/2020).

Winston Fish ditemukan oleh seorang teman yang diminta oleh saudaranya Brian untuk mencarinya setelah menyadari bahwa saudaranya tersebut belum pulang.

"Seorang teman datang untuk melihat di mana dia berada dan menemukannya (Winston) di tanah dengan ular terjepit di lengannya," kata Brian kepada ABC.

"Itu sesuatu yang kamu lihat di film horor. Itu tidak terjadi," saudara itu menjelaskan kemudian.

King Kobra Maut Tewaskan Pawang Ular di Kalbar Jadi Sorotan Media Asing

Serupa dilaporkan The Guardian, saat itu saudaranya tersebut berhasil melepaskan ular itu, tetapi tidak ada antivenom di rumah sakit di Oatlands yang menyebabkan nyawanya tidak tertolong.

Paramedis bahkan sudah berusaha menangani Winston di tempat kejadian sebelum dia dirujuk ke Rumah Sakit Royal Hobart, tempat dia dirawat selama dua hari sebelum dia meninggal.

Seorang juru bicara untuk Departemen Kesehatan Australia mengkonfirmasi bahwa masalah tersebut telah dirujuk ke koroner.

Tasmania dilaporkan telah melihat peningkatan aktivitas ular dalam beberapa hari terakhir.

Heboh Sepasang King Kobra Tersangkut Pagar, Terekam Video Detik-detik Menegangkan Diselamatkan Warga

Sebelumnya dilaporkan seorang pawang ular di Tasmania juga digigit ular harimau pada hari Jumat sebelumnya ketika sedang diwawancarai oleh Win News Tasmania, menurut tweet Meg Sydes, seorang reporter untuk stasiun TV.

Badan penyelamat reptil di kawasan itu mengatakan bahwa ada peningkatan aktivitas ular dalam beberapa hari terakhir.

"Saya tidak akan mengatakan kita kebanjiran atau kita punya masalah ular di tangan kita," kata Chris Daly dari Reptile Rescue Tasmania.

"Kami mendapat sekitar 9.500 info tahun lalu, kami berada di jalur yang sama tahun ini."ujarnya

Tasmania adalah rumah bagi tiga spesies ular yakni ular harimau, ular kepala tembaga dataran rendah, dan ular berbibir putih yang semuanya berbisa.

Korban gigitan ular terakhir di Tasmania sebelum insiden terakhir dilaporkan kembali pada tahun 1977, yang disaksikan oleh saudara lelaki dari petani Tasmania.

"Itu (kematian Winston Fish) membawanya kembali setelah insiden 1977  kembali dengan sangat jelas. Hal serupa terjadi dengan Gordon (pria yang meninggal pada 1977), yang merupakan temannya" katanya.

"Kami berada di Brighton Show dan dia punya ular harimau.

"Seorang lelaki besar memegang pergelangan tangannya dan menarik tangannya dan menggigitnya," kenangnya

Ular harimau termasuk yang paling berbisa di Australia dan ditemukan di seluruh negeri di New South Wales (NSW), Queensland, Australia Selatan, Victoria, dan Australia Barat.

Sekitar 3.000 orang dilaporkan digigit ular di Australia setiap tahun, dengan rata-rata dua kematian dan sekitar 500 orang dirawat di rumah sakit, menurut Royal Flying Doctor Service, salah satu layanan aeromedis terbesar di dunia yang menyediakan layanan perawatan kesehatan darurat di Australia .

"Ada sekitar 100 spesies ular berbisa di Australia, tetapi hanya 12 yang kemungkinan akan menyebabkan luka yang dapat membunuh Anda,"ujar  Departemen Perencanaan, Industri, dan Lingkungan pemerintah NSW menjelaskan.

Menurut catatan departemen setempat, Ular yang termasuk dalam kelompok bertaring depan, yang di NSW termasuk ular harimau, ular coklat, adder kematian, mulga atau raja coklat ular dan beberapa spesies ular laut, dianggap paling berbahaya,

"Ular tidak agresif secara alami dan selalu lebih suka mundur. Mereka hanya akan menyerang manusia jika terluka atau terprovokasi dan sebagian besar gigitan terjadi ketika orang mencoba membunuh atau menangkap ular. Jika Anda menemukan ular di semak-semak, tenang saja berjalanlah ke arah lain. Jika Anda menemukan seekor ular di rumah atau kebun Anda dan ingin itu dihilangkan, hubungi penangkap ular terdekat Anda, "saran departemen.

Seperti Apa Ular Harimau?

Dilansir dari Wikipedia, ular harimau adalah sejenis ular senawan, satu-satunya dari genus Notechis.

Ular harimau juga merupakan salah satu ular paling mematikan.

Ular ini terdapat di Australia bagian tenggara dan Pulau Tasmania.

Nothecis scutatus, salah atau ular paling mematikan di dunia
Nothecis scutatus, salah atau ular paling mematikan di dunia (Stevage/Wikimedia Commons)

Terdapat 2 subspesies, meskipun banyak sumber lain yang mengatakan ada 5 subspesies.

Ular ini tersebar di wilayah Australia bagian tenggara, membentang dari wilayah Australia Selatan bagian tenggara, New South Wales bagian selatan, dan seluruh wilayah Victoria, serta di seluruh wilayah di Pulau Tasmania.

Bisa ular ini bersifat keras dan sangat berbahaya; yakni Neurotoksin, Koagulan, Hemolisin, dan Myotoksin.

Dapat melumpuhkan saraf secara total dan mengakibatkan pendarahan dan sakit di kaki dan leher serta mengakibatkan Paralisis.

Nama latin marga ular ini, Notechis yang berarti "beludak dari selatan".

Sedangkan nama spesifiknya, scutatus yang berarti "berperisai", merujuk pada perisai (sebenarnya adalah sisik ular biasa) kepala dan punggungnya yang tebal dan mengkilap.

Panjang tubuh dapat mencapai 3 meter. Setiap anak jenis memiliki susunan sisik dan pola warna yang berbeda-beda.

Untuk anak jenis N. s. scutatus, warna tubuh cokelat terang, kelabu kecokelatan, atau oranye kusam, dengan belang-belang berwarna abu-abu gelap, perut berwarna kuning kelabu.

Untuk jenis N. s. occidentalis, warna tubuhnya lebih beragam yakni cokelat gelap, hijau gelap, hijau kebiruan, hijau kecokelatan, biru gelap, atau biru kecokelatan, dengan belang-belang berwarna hitam dan perut berwarna cokelat pucat.

Ular ini tahan terhadap iklim dingin.

Makanan utamanya adalah kadal, burung, dan mamalia kecil seperti tikus.

Jika terganggu, ular ini akan memipihkan tubuhnya, mendesis, lalu menyerang. Berkembang biak dengan beranak (Ovovivipar), jumlah anak ular yang dilahirkan antara 20 sampai 30 ekor. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved