Pria 79 Tahun Dikabarkan Tewas Setelah Digigit Ular Harimau, Salah Satu Paling Mematikan di Dunia

eorang lelaki lanjut usia dari negara Tasmania meninggal setelah beberapa kali digigit ular harimau (Notechis scutatus) yang melingkar di lengannya

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Wikipedia
Ilustrasi Ular Harimau - Pria 79 Tahun Dikabarkan Tewas Setelah Digigit Ular Harimau, Salah Satu Paling Mematikan di Dunia 

"Ular tidak agresif secara alami dan selalu lebih suka mundur. Mereka hanya akan menyerang manusia jika terluka atau terprovokasi dan sebagian besar gigitan terjadi ketika orang mencoba membunuh atau menangkap ular. Jika Anda menemukan ular di semak-semak, tenang saja berjalanlah ke arah lain. Jika Anda menemukan seekor ular di rumah atau kebun Anda dan ingin itu dihilangkan, hubungi penangkap ular terdekat Anda, "saran departemen.

Seperti Apa Ular Harimau?

Dilansir dari Wikipedia, ular harimau adalah sejenis ular senawan, satu-satunya dari genus Notechis.

Ular harimau juga merupakan salah satu ular paling mematikan.

Ular ini terdapat di Australia bagian tenggara dan Pulau Tasmania.

Nothecis scutatus, salah atau ular paling mematikan di dunia
Nothecis scutatus, salah atau ular paling mematikan di dunia (Stevage/Wikimedia Commons)

Terdapat 2 subspesies, meskipun banyak sumber lain yang mengatakan ada 5 subspesies.

Ular ini tersebar di wilayah Australia bagian tenggara, membentang dari wilayah Australia Selatan bagian tenggara, New South Wales bagian selatan, dan seluruh wilayah Victoria, serta di seluruh wilayah di Pulau Tasmania.

Bisa ular ini bersifat keras dan sangat berbahaya; yakni Neurotoksin, Koagulan, Hemolisin, dan Myotoksin.

Dapat melumpuhkan saraf secara total dan mengakibatkan pendarahan dan sakit di kaki dan leher serta mengakibatkan Paralisis.

Nama latin marga ular ini, Notechis yang berarti "beludak dari selatan".

Sedangkan nama spesifiknya, scutatus yang berarti "berperisai", merujuk pada perisai (sebenarnya adalah sisik ular biasa) kepala dan punggungnya yang tebal dan mengkilap.

Panjang tubuh dapat mencapai 3 meter. Setiap anak jenis memiliki susunan sisik dan pola warna yang berbeda-beda.

Untuk anak jenis N. s. scutatus, warna tubuh cokelat terang, kelabu kecokelatan, atau oranye kusam, dengan belang-belang berwarna abu-abu gelap, perut berwarna kuning kelabu.

Untuk jenis N. s. occidentalis, warna tubuhnya lebih beragam yakni cokelat gelap, hijau gelap, hijau kebiruan, hijau kecokelatan, biru gelap, atau biru kecokelatan, dengan belang-belang berwarna hitam dan perut berwarna cokelat pucat.

Ular ini tahan terhadap iklim dingin.

Makanan utamanya adalah kadal, burung, dan mamalia kecil seperti tikus.

Jika terganggu, ular ini akan memipihkan tubuhnya, mendesis, lalu menyerang. Berkembang biak dengan beranak (Ovovivipar), jumlah anak ular yang dilahirkan antara 20 sampai 30 ekor. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved