Korban Gigitan Ular

UPDATE Efek King Cobra Maut di Kalbar, Irfan Hakim Menangis Panji Petualang Lepas King Kobra Garaga

Sebelumnya, melalui akun Youtubenya PANJI PETUALANG panji memperlihatkan kadang mewah Garaga, pada 28 Januari 2020.

Editor: Marlen Sitinjak
Screenshot YouTube deHakims
UPDATE Efek King Cobra Maut di Kalbar, Irfan Hakim Menangis saat Panji Petualang Lepas King Kobra Garaga. 

Di dalam video tersebut, tampak pria yang hanya memakai celana pendek tanpa mengenakan baju itu berkali-kali digigit ular king kobra yang berukuran cukup besar.

Lalu, ular tersebut menggigit tangan kanan dan kening pria tersebut.

Setelah digigit king kobra berkali-kali, atraksi dihentikan dan korban sempat dilarikan ke klinik.

Namun, korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

Setelah kejadian itu, Panji disalahkan.

Panji pun menjawab tudingan itu dengan menulis unggahan di akun Instagramnya.

"DI PATOK ULER"
WAH GARA2 NIRU PANJI NIH
LU AJE GOBLOK, UDAH TAU ADA WARNING DAN HIMBAUAN KALO APA YANG SI PANJI LAKUIN ITU BAHAYA ! TETEP NIRU YA WAYAHNE KOE AMSYONG," ujarnya.

Di unggahan lainnya, Panji kembali mengingatkan untuk tidak bermain-main dengan ular berbisa tanpa menggunakan alat.

"Turut berduka cita

Pawang LOH Tapi saat apes datang celaka gak ada yang tau.

Atraksi,interaksi,menangkap ular dengan tangan kosong jelas ya bukan main main.. nyawa loh taruhannya, Bantu himbau temen,saudara,keluarga kalian yang mulai suka pegang2 ular pake tangan Inget... 1x gigitan bakal bikin nyawamu terbang ke angkasa jadi tolong jangan BODOH.. ," tutur Panji.

Panji juga membeber penyebab pawang tersebut tewas di tangan king kobra.

Menurut Panji Petualang yang selama ini sering memainkan king kobra Garaga miliknya, sang pawang itu tewas karena telat penanganannya.

Dari tayangan video yang dilihat tampak sang pawang tidak langsung melakukan imobilisasi setelah digigit king kobra.

Justru sang pawang masih berkomunikasi dengan rekannya dan masih memegang king kobranya.

Padahal imobilisasi ini harus segera dilakukan karena ada harapan untuk kita sembuh.

"Kuncinya, pertolongan pertama. Ini hukum wajib untuk keselamatan selain antibisa," kata Panji dalam video yang diunggah di channel youtube miliknya, Senin (27/1/2020).

Selain penanganan pertama, sang pawang juga tidak mendapat suntikan antibisa.

Diakui Panji, saat ini belum ada antibisa king kobra di rumah sakit Indonesia.

Antibisa yang ada hanya dipakai untuk mengobati gigitan ular kobra biasa, ular tanah dan welang.

"Jadi idealnya untuk mengobati tga gigitan ular dari satu bisa yuang kita miliki di Indonesia ini," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved