Korban Gigitan Ular

Video King Kobra Patuk Pawang Ular di Toho Mempawah Saat Atraksi hingga Meninggal Dunia

Norjani terlihat memegang dan mengayunkan ular berbisa mematikan itu.............

Editor: Nasaruddin
Instagram
Kolase Ular King Kobra Patuk Pawang Ular di Toho Mempawah Saat Atraksi hingga Meninggal Dunia. 

Seorang pria di Toho, Kabupaten Mempawah, Norjani meninggal dunia setelah dipatuk ular King Kobra, Sabtu (25/1/2020).

Norjani yang dikenal sebagai pawang ular di desanya, dua kali dipatuk di tangan kanan dan kening.

Norjani dipatuk saat tengah atraksi di depan beberapa warga sekitar kediamannya, di Desa Pak Utan, Kecamatan Toho.

Kapolsek Toho, Iptu Dede Hasanudin menyatakan, berdasarkan informasi sementara yang dhimpun pihaknya, peristiwa itu bermula pada sekitar pukul 16.00 WIB saat Norjani melakukan atraksi di dekat rumahnya.

Kapolsek mengatakan, ular king kobra yang dipakai untuk atraksi memiliki ukuran panjang sekitar 5 meter.

HEBOH Pawang Ular di Toho Mempawah Tewas Dipatuk King Cobra Saat Atraksi, Kejadian Serupa di Bandung

FAKTA BARU King Cobra Bunuh Pawang Ular di Mempawah Kalbar! Jumlah Gigitan King Kobra, Video & Foto

Sejumlah warga menyaksikan atraksi berbahaya itu.

Norjani tampak tersenyum dan tertawa saat ular mencoba untuk mematuknya.

Termasuk saat tangannya digigit King Kobra, Norjani tertawa bersama warga yang menyaksikan.

"Pada saat melakukan atraksi tersebut ular king kobra menggigit di bagian tangan sebelah kanan dan bagian kening," kata Kapolsek.

Meski terkena gigitan kobra, Norjani terlihat masih terlihat tertawa.

Berkali-kali kobra itu diambilnya untuk ditunjukkan ke masyarakat sekitar.

Walau sudah dipatuk ular, Norjani masih terlihat santai.

Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 18.30 WIB, Norjani mulai mengalami demam.

Korban kemudian dilarikan ke Klinik Susteran di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

"Sempat ditangani, tetapi nyawa korban tidak tertolong dan korban meninggal dunia," pungkas Kapolsek.

Video atraksi Norjani ini viral di media sosial. Termasuk saat dirinya ditangani petugas kesehatan.

Berikut videonya:

Kepala Dinas Kesehatan Mempawah, Jamiril mengatakan warga yang di patok ular memang merupakan warga desa Pak Utan.

Namun ia mengatakan tidak ada laporan baik dari Puakesmas Takong maupun Toho.

"Memang warga yang digigit ular ini di Pak Utan, perbatasan dengan landak. Sebenarnya pak Utan masuk wilayah binaan Puskesmas Takong, dan kita di puskesmas ada siapkan untuk vaksin ular. Namun korban memang tidak ada masuk ke puskesmas," ujar Jamiril.

Berdasarkan informasi yang pihaknya dapatkan diakui olehnya warga atas nama Norjani ini berusia sekitar 70 tahun. 

"ini warga dari desa pak utan, informasi dari bujang memang dikenal sebagai pawang ular. Saat ini usia hampir 70 tahun, info kejadian hari Sabtu, baru dimakamkan hari Minggu kemarin," tambah Jamiril.

Menurutnya meninggalnya warga tersebut diduga karena terlambat dalam penanganan. 

"Mungkin ketika digigit dia ini tidak sadar mungkin merasa masih kebal. Ini binatang berbahaya, bahkan yang punya pengetahuan penanganan di bidang ini tetap berhati-hati apalagi masyarakat awam," jelas Jamiril.

Jamiril menambahkan, sebenarnya di puskesmas menyediakan anti bisa ular, namun memang penanganannya harus cepat. 

"Bisa ular ini biasanya hitungan jam langsung menyerang ke saraf jantung dan membuat kaku otot jantung sehingga jantung tidak bekerja, itulah yang menyebabkan kematian," katanya.

"Maka anti bisa merupakan pertolongan pertama, jangan sampai racun ini menyerang, karena yang meninggal ini bisa jadi terlambat penanganan," pungkas Jamiril.

Panji Petualang menyampaikan duka cita atas meninggalnya Norjani.

Ia lantas turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut.

Panji melalui akun instagramnya @panjipetualang_real mengungkapkan duka citanya.

Ia mengatakan meskipun korban gigitan ular di Toho kalbar ini merupakan seorang pawang namun tak menjamin selamat dari celaka.

Ia lantas mengingatkan atraksi ini sepatutnya tak ditiru lantaran nyawa taruhannya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved