Breaking News:

Agus: Dibanding Tahun Lalu, Penjualan Kembang Api Mengalami Penurunan

Saat ini juga Satarudin mengatakan, untung yang didapat belum ada, malah saat ini ia merasa masih rugi.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MUZAMMILUL ABRORI
Lapak pedagang kembang api di Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Sabtu (25/1/2020). 

PONTIANAK - Pedagang kembang api di Kota Pontianak rasakan tingkat penjualan semakin menurun, dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kemeriahan perayaan pergantian tahun baru Imlek 2571/2020 di Kota Pontianak, dengan dimeriahkan pesta kembang api, disekitaran Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak.

Ini menjadi momen para pedagang kembang api dapat meraup keuntungan berlipat dibanding hari biasanya.

FOTO DRONE: Pesta Kembang Api Sambut Imlek di Kota Pontianak

Satu di antara pedagang kembang api di jalan Gajah Mada, Api,  Agus (37) mengakui bahwa, penjualan kembang api pada perayaan tahun baru imlek kali ini tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Agak menurunlah dari tahun-tahun sebelumnya. Dari tiga sampai empat tahun yang lalu omzet tahun ini kayaknya jauh sekali mengalami penurunan," ungkap Agus, Sabtu (25/1/2020).

Agus menilai, penjualan kembang api menurun disebabkan juga oleh faktor ekonomi yang lagi lemah dan lainnya. Yang jelas ia mengatakan, omzet pada tahun ini turun hingga 70 persen.

"Kalo untuk tahun baru imlek kali ini, omzet yang didapat palinglah cuman 10 sampai 20 juta rupiah. Dan kalo penurunannya masalah nominal susah kalo disebutkan, yang pasti untuk persentasenya mungkin bisa dikatakan turun hingga 70 persen," kata Agus.

Lanjutnya Agus yang sudah berjualan kembang api selama 11 tahun di kawasan jalan Gajah Mada, mengatakan dari tahun ke tahunnya, perayaan malam pergantian tahun baru imlek juga semakin sepi.

"Dari pengalaman empat, lima tahun kebelakang, itu orang main kembang api bisa dikatakan mulai dari jam 9 malam sampai jam 1 malam itu orang udah main. Tapi kalau ditarik tiga tahun kesini, orang main ya paling dari jam setengah 12 sampai jam 12 lewat 15 sudah stop. Jadikan disitu bisa kelihatan dari hasil penjualan. Karena yang main juga tidak terlalu ramai,"terangnya.

Kemudian sama hal nya seperti Satarudin (59) seorang pedagang kembang api lainnya juga merasakan hal yang sama.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved