Imlek

Ternyata Ini Beda Kue Keranjang yang Alami & Pengawet, Makanan Khas Tahun Baru Imlek

Akan tetapi, tetap ada perbedaan antara kue keranjang yang dibuat dengan bahan-bahan alami dan kimiawi.

Ternyata Ini Beda Kue Keranjang yang Alami & Pengawet, Makanan Khas Tahun Baru Imlek
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anesh Viduka
Ternyata Ini Beda Kue Keranjang yang Alami & Pengawet, Makanan Khas Tahun Baru Imlek. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kue keranjang sekilas tampak sama.

Berwarna cokelat dengan tekstur yang kenyal.

Akan tetapi, tetap ada perbedaan antara kue keranjang yang dibuat dengan bahan-bahan alami dan kimiawi.

Salah satunya terdapat di rasa manis kue tersebut.

Apabila kue keranjang cepat berjamur dalam jangka waktu 3 bulan, sudah dipastikan bahwa kue terbuat dari bahan alami.
Sebab, kue tersebut tidak diberikan pengawet dan bahan-bahan tambahan yang tidak alami.

Meski berjamur, kamu tidak perlu khawatir karena yang dijamuri hanyalah plastik pembungkus kue keranjang saja.

Jika kamu melepas plastiknya, kue akan tetap dalam keadaan sempurna.

Namun apabila kamu ingin menghindari plastik pembungkus yang berjamur, kamu bisa menaruh kue keranjang di dalam kulkas.

Bahkan sampai setahun lamanya kue keranjang tidak akan berjamur.

Boleh Tidak Umat Islam Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek? Ini Penjelasan Mahfud MD

Walaupun kue keranjang dengan bahan alami tidak diberi pengawet tambahan, tetapi sebenarnya kue tetap akan bertahan lama.

Djohari mengatakan kandungan gula pasir yang dimasak pada kue keranjang memiliki fungsi sebagai pengawet alami.

“(Kue keranjang) di taruh di tempat suhu ruangan akan berjamur dalam tiga bulan, tetapi kalau plastik dicuci, jamur akan hilang. Bisa juga dipotong saja (kue keranjang beserta plastik pelapisnya) tipis di bagian yang terkena jamur. Bagian dalam kue keranjang masih bisa dimakan,” kata Djohari.

Sementara kue keranjang dengan pengawet bisa bertahan selama satu tahun tanpa berjamur di suhu ruangan.

“Kue keranjang yang disimpan lama, kalau pengolahannya bagus, rasa akan tetap manis seperti rasa aslinya (meskipun sudah dikukus ulang). Tapi kalau pengolahannya jelek, rasanya malah akan jadi asam. Kalau sudah asam lebih baik buang saja,” tutur Djohari. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Cara Membedakan Kue Keranjang dengan Bahan Alami dan Berpengawet

Editor: Mirna Tribun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved