Imlek

Butuh Waktu 12 Jam Dikukus, Begini Cerita Pembuat Kue Keranjang yang Sudah Turun-temurun

Masyarakat yang ada di daerah-daerah pecinan di berbagai wilayah di Indonesia juga menyebutnya dengan istilah dodol cina.

Butuh Waktu 12 Jam Dikukus, Begini Cerita Pembuat Kue Keranjang yang Sudah Turun-temurun
TRIBUNPONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Satu di antara pembuat kue keranjang di Jalan Kebangkitan Nasional, Kecamatan Pontianak Utara Chin Jhin Faa (51). 

PONTIANAK - Kue Keranjang merupakan hidangan wajib saat Imlek.

Imlek akan terasa tak lengkap jika kudapan manis berbahan dasar gula pasir dan tepung ketan itu tak berada di meja hidangan dirumah Masyarakat Tionghoa yang merayakan tahun baru Imlek.

Jika dilihat dari teksturnya, Kue keranjang tampak seperti dodol pada umumnya.

Masyarakat yang ada di daerah-daerah pecinan di berbagai wilayah di Indonesia juga menyebutnya dengan istilah dodol cina.

Imlek dan CGM Momentum Gaet Turis ke Pontianak, Ada Naga Emas 45 Meter & Kue Keranjang Raksasa

Membuat Kue Keranjang bukan persoalan mudah.

Setelah adonan gula putih dan tepung beras ketan dicampur.

Proses pengadukan adonan hingga menjadi kental sangat menguras energi, karena jika tidak aduk dengan baik tekstur adonan kue keranjang juga tidak akan terbentuk sempurna.

Berdasarkan cerita dari satu di antara pembuat kue keranjang di Jln Kebangkitan Nasional, Kecamatan Pontianak Utara Chin Jhin Faa (51) menerangkan bahwa setelah adonan sudah diaduk merata dan dimasukan ke dalam kaleng cetakan, proses selanjutnya adonan tersebut akan dikukus dengan kondisi api yang baik.

Waktu pengukusan juga tidak sebentar.

Butuh waktu sekitar 12 Jam agar seluruh kue keranjang matang dengan tekstur yang kering secara sempurna.

Halaman
1234
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved