Imlek

Malam Imlek, Kapolresta Pontianak Imbau Warga Hati-hati Hidupkan Kembang Api

Merayakan malam Imlek dengan kehati-hatian mengingat bahwa kembang api yang dihidupkan dapat bisa membahayakan.

Malam Imlek, Kapolresta Pontianak Imbau Warga Hati-hati Hidupkan Kembang Api
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Apel gelar pasukan Operasi Liong 2020 menyambut Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak Convention Center, Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (24/1/2020) sore. Kapolresta Pontianak menyebutkan sebanyak 640 aparat gabungan TNI Polri disiapkan, dalam rangka mengamankan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini di Kota Pontianak. 

PONTIANAK - 640 pasukan gabungan yang terdiri dari Polri dan TNI mengamankan jalannya malam Imlek di Kota Pontianak.

Hal ini di ungkapkan oleh Kapolresta Pontianak Kombespol Komarudin setelah memimpin apel kesiapan pengamanan malam Imlek di Kota Pontianak.

"Untuk pengamanan Imlek kita menurunkan personel gabungan TNI Polri sebanyak 640 personel, hampir 7 kompi kita turunkan, untuk memback up, sekaligus mengamankan, akses - akses masyarakat, titik - titik kumpul, dan berbagai aktivitas masyarakat," ujarnya, Jumat (24/1/2020). 

Kapolresta Pontianak Kombespol Komarudin yang memimpin langsung apel kesiapan pelaksanaan pengamanan malam Imlek di Kota Pontianak mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan pengamanannya pihaknya telah mengklasifikasikan pengamanan dalam 3 bagian yakni rong 1, ring 2 dan Ring 3.

Polres Landak Siap Amankan Imlek, AKBP Ade: Saya Yakin Toleransi di Landak Tinggi

"Untuk ring 1 berada pada titik pada jalan Gajah Mada, Diponegoro, kemudian jalan pahlawan, termasuk jalan Tanjungpura itu merupakaj ring 1, kemudian ring 2, merupakan akses - akses yang menuju jalan tersebut, dan ring 3, secara umum yakni ruas - ruas jalan yang ada di Kota Pontianak, seluruhnya sudah kita tempat kan personel dengan berbagai fungsi dan kemampuan," papar Kapolres.

Pada malam Imlek ini, Kapolresta menerangkan bahwa untuk pengalihan arus lalu lintas akan di lakukan sesuai situasi dan kondisi di lapangan atau situasional.

"Untuk pengalihan arus situasional, kita melihat volume kendaraan yang nantinya bertahap akan terlihat,",tuturnya.

Terkait kembang api yang sering memeriahkan malam Imlek, Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Pontianak untuk merayakan malam Imlek dengan kehati-hatian, dan tidak terlalu larut dalam euforia, mengingat bahwa kembang api yang dihidupkan dapat bisa membahayakan.

Pada saat malam Imlek 2019 sendiri, di Kota Pontianak Khususnya jalan Gajah Mada sempat terjadi insiden dimana sebuah lapak yang menjual kembang api meledak akibat kembang api yang di hidupkan mengarah ke lapak tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut, walaupun dalam kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga yang memadati jalan Gajah Mada. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved