Hinaan kepada Tri Rismaharini Lukai Perasaan Warga Surabaya, Desak Usut Akun Facebook Zikria Dzatil

"Akun atas nama Farel Grunch dengan caption bertuliskan 'Calon TKW lagi ditraining mau dikirim ke Arab Saudi'," ujar Widodo.

Hinaan kepada Tri Rismaharini Lukai Perasaan Warga Surabaya, Desak Usut Akun Facebook Zikria Dzatil
Ambaranie Nadia K.M
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 

SURABAYA - Puluhan orang mengatasnamakan diri sebagai Forum Arek Surabaya Wani menggelar aksi di depan Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020).

Mereka menuntut polisi untuk segera menindak tegas akun media sosial yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Korlap Aksi, Widodo, mengatakan, akun yang diduga telah menghina Risma tersebut bernama Zikria Dzatil.

Akun tersebut, kata Widodo, setidaknya telah beberapa kali mengunggah foto disertai keterangan bernada hinaan terhadap Risma.

"Pada tanggal 16 Januari akun atas nama Zikria Dzatil mengunggah foto Ibu Tri Rismaharini di media sosial Facebook dengan keterangan bertuliskan, 'Anjirr.. Asli ngakak abiss.. Nemu ni foto sang legendaris kodok betina' disertai foto Bu Wali," kata Widodo.

Akun Facebook Zikria Dzatil Sudah Tak Aktif saat Polisi Mulai Usut Dugaan Hinaan ke Tri Rismaharini

Dipolisikan, Unggahan Dugaan Hinaan ke Tri Rismaharini Diduga Dihapus Pemilik Akun FB Zikria Dzatil

Kemudian, lanjut Widodo, pada 22 Januari 2020 pihaknya juga menemukan unggahan bernada hinaan oleh akun lain atas nama Farel Grunch, yang juga merendahkan Risma.

"Akun atas nama Farel Grunch dengan caption bertuliskan 'Calon TKW lagi ditraining mau dikirim ke Arab Saudi'," ujar Widodo.

Widodo berpendapat, unggahan tersebut telah melukai perasaan warga Kota Surabaya, khususnya kepada Risma secara personal.

Sebab, kata dia, unggahan bernada kebencian tersebut dinilai tidak mencerminkan watak demokrasi yang sehat.

"Kami sangat menyayangkan adanya perilaku yang tidak terpuji dari beberapa oknum yang telah merendahkan martabat dan harga diri Bu Risma, kami minta polisi segera menindak tegas," tutur dia.

Halaman
12
Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved