Debat Abraham Samad dan Tumpak Hatorangan Panggabean di Mata Najwa, Najwa Shihab Tanya Nyali KPK

Menurut Abraham Samad, kehadiran Dewas KPK dianggap menghambat proses penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan KPK untuk kasus korupsi.

YOUTUBE MATA NAJWA
Debat Abraham Samad dan Tumpak Hatorangan Panggabean di Mata Najwa, Najwa Shihab Tanya Nyali KPK 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 melontarkan kritik terhadap keberadaan Dewan Pengawas atau Dewas KPK saat ini.

Menurut Abraham Samad, kehadiran Dewas KPK dianggap menghambat proses penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan KPK untuk kasus korupsi.

Bahkan disebutnya, revisi Undang-Undang (UU) KPK yang baru telah mengakhiri kejayaan KPK.

Demikian ia ungkapkan dalam siaran Mata Najwa di Trans7 kemarin Rabu (15/1/2020) malam.

Mantan Ketua KPK Abraham Samad dalam acara Mata Najwa
Mantan Ketua KPK Abraham Samad dalam acara Mata Najwa (Youtube Najwa Shihab)

Dampak Revisi UU KPK?

Najwa Shihab, pembawa acara Mata Najwa malam itu, membawakan tema acara bertajuk Menakar Nyali KPK.

Ia menyoroti mengenai lemahnya aksi KPK saat ini melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkapkan sebuah kasus.

Seperti halnya polemik penggeledahan KPK di tubuh partai politik, misalnya dalam kasus OTT KPK terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan melibatkan politisi PDIP, Harun Masiku.

"Penggeledahan malah dinyatakan pekan depan, hal strategis bisa bisanya malah diumumkan duluan.

Benarkah ini dampak revisi Undang-Undang KPK?

Halaman
1234
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved