Heboh Informasi 200 Anak Ponpes Terserang DBD, Ternyata Hoax dan Pelaku Minta Maaf
Pasalnya dalam grup tersebut terdapat berbagai unsur relawan dan para pejabat dilingkungan Pemkot Pontianak.
PONTIANAK - Beredar informasi di media sosial menyatakan 200 anak di sebuah pesantren di Kota Pontianak yaitu pesantren Al-Murabbi di Jalan Nipah Kuning terkena Demam Berdarah Dangue (DBD).
Informasi itu berasal dari grup aplikasi Whatsapp yang langsung menghebohkan para relawan termasuk Dinas kesehatan Kota Pontianak.
Pasalnya dalam grup tersebut terdapat berbagai unsur relawan dan para pejabat dilingkungan Pemkot Pontianak.
Bahkan informasi bahwa 200 anak di Pesantren Al-Murabbi itu terkena DBD sempat diteruskan pada Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan lantaran masih belum diketahui lokasi itu masuk di Kota Pontianak atau Kubu Raya.
Kabar terserangnya 200 santri itupun langsung mendapat respon dari sejumlah relawan yang langsung berkoordinasi dan mendatangi lokasi untuk melaksanakan fogging dan tindakan lainnya.
• POPULER - Ancaman DBD hingga Maret 2020, Waspada Anak-anak Paling Rentan Terserang Cek Sarang Nyamuk
Pengasuh Pesantren Al-Murabbi, Ustaz Siroji Muslim dengan tegas menyatakan bahwa kabar yang beredar tidak benar atau bohong.
Tim dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak juga langsung turun kelokasi untuk melihat kondisi dan mengecek kebenaran informasi itu.
Selasa (24/12) malam dari dinas kesehatan sudah mendatangi pesantren yang ada di Jalan Nipah Kuning ini.
Paginya (25/12) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Camat Pontianak Barat dan Lurah Pal Lima untuk mengetahui secara pasti informasi itu dari pengasuh pesantren.
Ust Siroji Muslim, menegaskan informasi itu tidak benar alias bohong, karena tidak ada santri mereka yang izin keluar karena sakit DBD.
Ia mengaku terkejut adanya relawan yang tiba-tiba datang dan langsung mau melakukan fogging di kawasan pesantrennya.
"Saya tidak tahu, tiba-tiba ada yang datang langsung bilang mau melakukan fogging tadi malam, ada juga dari dinas kesehatan yang datang. Jadi saya bilang ada apa ini dan langsung mau fogging," ucapnya menirukan perkataannya pada relawan yang datang mau melaksanakan fogging karena ada informasi 200 santri terkena DBD saat diwawancarai Tribun Pontianak.
Lanjut dijelaskan Ust Siroji Muslim, bahwa relawan yang datang pada malam itu menyebutkan mendapat informasi tentang DBD di pesantren yang ia asuh.
"Dia dibilang ada informasi yang diposting dalam grup WA (Pontianak Siaga) adanya 200 santri di pesantren terkena DBD. Saya kaget, kenapa ada informasi 200 santri terkena DBD, padahal kami tidak tahu ini," ucapnya.
Kemudian di daftar santri yang izin pulang juga tidak ada yang terkena DBD. Keterangan dokter yang ada juga tidak ada yang terkena DBD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tampak-bangunan-muka-pesantren-al-murabbi.jpg)