Wabah DBD di Pontianak

BREAKING NEWS - Wabah DBD di Kota Pontianak, Tiga Anak Terserang dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Ketua RT 01 RW 8 Kelurahan Akcaya, Andin Buhabzen menjelaskan dari tiga orang yang terserang DBD di Gang H Sarah ada tiga anak.

BREAKING NEWS - Wabah DBD di Kota Pontianak, Tiga Anak Terserang dan Dilarikan ke Rumah Sakit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Aksi gabungan gerakan lawan DBD, kurang lebih 20 komunitas hadir berantas DBD, dengan memberantas sarang nyamuk dan fogging di perumahan warga sebanyak 5 RT di Jalan Purnama Agung VII, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/12/2018) siang. Menggunakan alat fogging baru yang tidak menimbulkan suara bising dan bau yang menyengat, fogging tersebut hanya membutuhkan biaya operasional sebanyak Rp350ribu per 60 rumah. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

PONTIANAK - Warga Gang H Sarah, Jalan Sulawesi, Kelurahan Akcaya Kota Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) sudah tiga orang menjadi korban Demam Berdarah Dangue (DBD).

Ketua RT 01 RW 8 Kelurahan Akcaya, Andin Buhabzen menjelaskan dari tiga orang yang terserang DBD di Gang H Sarah ada tiga anak.

Dimana RT 1 terdapat dua anak dan RT 3 satu anak.

"Iya sudah ada tiga anak di Gang H Sarah, Jalan Sulawesi terkena DBD. Kalau RT saya ada dua anak yang terkena DBD," ucap Andin saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (13/12/2019).

Lanjut disampaikannya, dua anak yang berada di RT nya itu, sudah masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Tiga orang di Gang Sarah ini masuk rumah sakit. Dua orang di RT saya masuk di Promedika dan RS Sudarso," ucapnya.

Korban pertama di RT nya sudah masuk sekitar seminggu lalu dan yang kedua baru masuk kemarin, Kamis (12/12/2019).

Dinkes Sintang Keluarkan Imbauan Kepada Warga, Waspada DBD

"Keduanya masih di rumah sakit dan belum keluar dari perawatan. Sedangkan yang di RT lainnya saya tidak tahu persis karena beda RT tapi sama-sama di Gang H Sarah," tegasnya.

Sementara untuk identitas korbam DBD di RT.01/RW.08 Kelurhaan Akcaya dijelaskannya, pertama Athafariz umur 2 tahun 10 bulan dirawat di Rumah Sakit Promedika dan kedua adalah Sultan Reihan umur 8 tahun dirawat di RS Soedarso.

Adanya DBD, yang menyerang warga di Gang H Sarah, ia sebutkan dari laporan warga pula.

Ia sadar, DBD ini tak terlepas dari cuaca yang saat ini hujan dan banyak genangan disekitar sehingga itu diperkirakan menjadi penyebab berkembangnya nyamuk pembawa virus DBD.

"Kita berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait masalah ini, dan dari masyarakat juga untuk mengantisipasinya. Kita sudah sering mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi DBD dan mewaspadai perkembangan nyamuk disekitar rumah,"jelasnya

Pihaknya dari RT sudah meminta fogging dari puskesmas setempat dan dijadwalkan hari Sabtu (14/12) besok.

"Karena kita juga memintanya mendadak sehingga perlu mensinkronkan waktunya dengan petugas puskesmas juga," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved