Maria: RSUD Kayong Utara Perlu Fasilitas Bank Darah

Kita selama ini kesulitan untuk pengadaan darah tersebut, sehingga kalau yang kadar HB tertentu kita harus rujuk, untuk antisipasi

Maria:  RSUD Kayong Utara Perlu Fasilitas Bank Darah
TRIBUNPONTIANAK/ ADELBERTUS CAHYONO
Kepala RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Kayong Utara, Maria Fransisca Antonelly. 

KAYONG UTARA - Kepala RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Kayong Utara, Maria Fransisca Antonelly menyebut mereka sangat membutuhkan adanya fasilitas bank darah.

Maria mengatakan, tindakan medis berupa operasi terhadap pasien memiliki risiko kehilangan darah dalam jumlah banyak.

"Kita selama ini kesulitan untuk pengadaan darah tersebut, sehingga kalau yang kadar HB tertentu kita harus rujuk, untuk antisipasi," ungkap Maria di Sukadana, Jumat (6/12/2019).

Gegertani Apresiasi Kelompok Tani Milenial Sambas

Maria menyebut akan mengupayakan pembangunan bank darah lewat dana apapun pada 2020.

"Jadi itu mutlak harus ada bank darah itu. Jadi kita akan upayakan di 2020, dengan cara, dana apapun kita akan upayakan itu," ujar Maria.

Status BLUD

 Rumah Sakit Sultan Muhammad Jamaludin I Kayong Utara resmi menyandang status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), setelah diresmikan Bupati Citra Duani di Istana Rakyat, Sukadana, Jumat (6/12/2019).

Atas perubahan status itu, Citra mengatakan, pihak rumah sakit kini diberi keleluasaan mengambil keputusan sendiri.

Mereka tidak lagi bergantung kepada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana.

"Kemudian kalau misalnya selama ini obat habis, alat-alat habis harus ke Dinas Kesehatan, sekarang dia ndak," kata Citra.

Halaman
12
Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved