Hakim PN Kecewa, Pemohon Cabut Proses Praperadilan Kasus Cabul Kepsek di Hulu Gurung

Karena Praperadilan sangat membantu masyarakat kita yang terkena kasus hukum

Hakim PN Kecewa, Pemohon Cabut Proses Praperadilan Kasus Cabul Kepsek di Hulu Gurung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kapuas Hulu, Veronica Sekar Widuri SH. 

KAPUAS HULU - Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kapuas Hulu. Veronica Sekar Widuri SH merasa kecewa dengan pihak pemohon Praperadilan terkait kasus dugan pencabulan anak murid SDN disalah satu Kecamatan Hulu Gurung, mencabut proses praperadilan di PN Kapuas Hulu.

"Jujur saya merasa kecewa, karena praperadilan jarang dilakukan di wilayah Kapuas Hulu (PN Kapuas Hulu). Karena Praperadilan sangat membantu masyarakat kita yang terkena kasus hukum," ujarnya kepada wartawan, Senin (2/12/2019).

BREAKING NEWS - Pontianak Timur Heboh, Warga Menyelam Cari Bocah 1,5 Tahun! Dibawa Ayah atau Hilang?

Selain itu juga jelas Sekar, apabila proses praperadilan dilanjutkan akan menjadi terobosan di Kabupaten Kapuas Hulu dalam melakukan pradilan.

"Kami sangat berharap kemarin proses praperadilan dilanjutkan, tapi pihak pemohon malah mengajukan pencabutan Praperadilan tersebut," ucapnya.

Sekar menuturkan, kalau pihaknya tidak bisa maksa termohon untuk melanjutkan proses Praperadilan tersebut.

"Jadi sesuai dengan peraturan atau pasal, harus kami kabulkan permohonan dari pemohon itu sendiri," ujarnya.

Awalnya kata Sekar, proses persidangan Praperadilan sudah berjalan tiga kali. Hari pertama, Kamis (21/11/2019) dimana kuasa hukum pemohon hadir, sementara dari termohon (Kepolisian) tidak hadir.

"Sidang kedua dilanjutkan hari Senin (25/12/2019), semuanya hadir baik pemohon atau termohon. Kemudian, hari ketiga Selasa (26/11/2019) termohon tidak membawa surat perintah menghadirkan sidak Praperadilan tersebut," ucapnya.

Deretan Destinasi Wisata Menarik yang Berada dekat Perhelatan SEA Games 2019 Filipina

Namun disayangkan, kata Sekar dihari itu juga (Selasa Nopember 2019), pemohon malah mengajukan pencabutan proses praperadilan tersebut.

"Mereka beralasan akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Jadi proses praperadilan itu belum selesai," ungkapnya.

Berita sebelumnya, oknum kepala sekolah SDN disalah satu Kecamatan Hulu Gurung, diduga telah melakukan tindakan asusila atau cabul terhadap anak muridnya sendiri.

Hingga saat ini, masih dalam proses hukum (Penyelidikan) di Kepolisian Polres Kapuas Hulu.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved