Forum IPOSC Bahas Masalah yang Dihadapi Petani Sawit

Ada beberapa poin penting yang disampaikan dalam kegiatan ini, pertama adalah terkait dengan Inpres Indonesian Sustainable Palm Oil System.

Tayang:
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
FOTO BERSAMA Perwakilan Organisasi petani sawit diantaranya, Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sawitku Masadepanku (Samade) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), pada Kamis (28/11/2019). 

Selanjutnya ia mengungkapkan hal penting lainnya adalah terkait sumber bahan baku untuk pembuatan Biodiesel yang disebut pemerintah B30, B50, maupun sampai B,100 yang akan direncakan pemerintah, sampai saat ini hal tersebut masih bersumber dari bahan baku perusahaan masing-masing.

"Sumber bahan baku yang mereka bilang untuk perawatan energi itu, bersumber dari kebun perusahaan mereka sendiri."

"Jadi bagaiman petani dalam rantai pasok untuk industri biodeasel," tegasnya.

Terkait hal tersebut ia mengatakan, saat ini petani tetap masih saja menjual ke tengkulak, terus dari tengkulak satu ke CV kemudian ke Agen, barulah ke perusahaan-perusahaan besar.

"Jadi saat ini untuk program B20, B30 itu belum ada manfaatnya buat petani sawit, karena bahan baku untuk B20 tersebut masih bersumber dari kebun mereka masing-masing," katanya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved