Citizen Reporter
Kemacetan di Jakarta dan Pontianak Hampir Sama
Sehingga proses pengantaran pelajar kerumah tidaklah membutuhkan waktu yang lama.
Kota Pontianak diwacanakan akan memiliki satu jembatan kembar lagi yang akan menghubungkan Kecamatan Pontianak Timur dan Kecamatan Pontianak Selatan.
Jembatan tersebut telah dianggarkan sebesar Rp.563 miliar oleh pemerintah pusat, dan jembatan tersebut akan dibangun tepat bergandengan dengan Jembatan Kapuas I, sepertihalnya pembangunan Duplikasi Jembatan Landak yang hampir saja akan rampung 100 persen, tinggal merapikan beberapa bagian untuk diperbaiki.
Jembatan Kapuas merupakan infrastruktur vital, tanpa adanya jembatan tersebut aktifitas lalu lintas Kota Pontianak akan lumpuh dan terhambat.
Karena apabila kita hanya berharap dengan penyebrangan kapal ferry, tidaklah dapat menampung kendaraan yang ada di wilayah Pontianak,belum lagi kendaraan yang dari luar Pontianak.
Jembatan Kapuas I,II, dan Jembatan Landak juga menghubungkan antara Pontianak Kota dan kabupaten lainnya.
Oleh karena itu diperlukan duplikasi jembatan,karena apabila salah satu jembatan mengalami masalah, dan harus ditutup, seperti pada bulan lalu saat jembatan kapuas II mengalami masalah dan harus dilakukan pemasangan bracing atau ikatan angin,kemacetan parah terjadi sampai berjam-jam dan polisi juga sangat kewalahan.
Oleh karena itu diperlukan duplikasi jembatan baru untuk alternatif apabila salah satu jembatan mengalami masalah.
Sebagai kota yang tumbuh besar, dengan jumlah penduduk yang hampir mendekati satu juta jiwa.
Pemerintah harus memiliki rencana jangka panjang atau kajian mengenai potensi kemacetan di Pontianak kedepannya.
Tidak menutup kemungkinan jembatan akan mengalami keruskan dan mengakibatkan kemcetan parah seperti pada bulan lalu, seharusnya itu menjadi pelajaran yang sangat penting untuk kita, agar kita segera menyediakan infrastruktur yang memadai dari segi jumlah maupun kualitasnya, seperti penambahan jembatan baru, duplikasi jembatan baru, maupun transportasi umum yang tersebar menyeluruh.
• Strong Point, Anggota Polres Mempawah Tegur Warga yang tak Tertib Lalu Lintas
Dengan demikian penulis berharap agar proses pengaktifan transportasi umum di Kota Pontianak dapat terealisasi secara efektif dan menyeluruh karena sudah didukung dengan penambahan bus baru dari pemerintah pusat dan juga didukung dengan system zona sekolah sehingga proses antar jemput tidaklah membutuhkan waktu lama.
Sehingga dapat menjadi daya dukung untuk menarik para pelajar, untuk menggunakan transportasi umum.
Penulis juga berharap agar proses pembebasan lahan oleh pemerintah kota dapat dilakukan secara cepat agar pembangunan jembatan baru dapat dibangun.
Karena pemerintah provinsi juga sudah mendukung dan sudah berkomunikasi secara langsung dengan Presiden mengenai rencana pembangunan tersebut.Sehingga tinggal menunggu Pemkot membebaskan tanah untuk pembangunan jembatan baru tersebut.
Dengan pengaktifan transportasi umum secara efektif dan menyediaan oplet yang terbaru, serta dibangunkannya duplikasi jembatan baru, saya yakin kemcetan di Kota Pontianak tercinta, akan semakin berkurang.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak