Citizen Reporter

Kemacetan di Jakarta dan Pontianak Hampir Sama

Sehingga proses pengantaran pelajar kerumah tidaklah membutuhkan waktu yang lama.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Mahasiswa, Muhammad Ridzal Maulana 

Citizen Reporter

Mahasiswa Universitas Tanjungpura,fakultas Fisip,prodi Ilmu Administrasi Publik, Muhammad Ridzal Maulana

PONTIANAK - Kemacetan merupakan suatu kondisi tidak lancarnya arus lalu  lintas, yang menimbulkan banyaknya kerugian dari berbagai pihak, seperti halnya kemacetan disejumlah titik di Kota Pontianak, seperti di jalur jembatan kapuas satu, jembatan kapuas dua, hingga jembatan landak,yang hampir setiap harinya mengalami kemacetan.

Apalagi disaat jam berangkat dan pulang sekolah, kemacetan Kota Pontianak hampir sama dengan kemacetan di DKI Jakarta.

Kemacetan ini merupakan akibat dari beberapa faktor penyebab, diantara faktor penyebabnya  adalah kurangnya infrastruktur, seperti kurangnya jumlah jembatan yang menjadi infrastruktur vital, dan transportasi angkutan umum yang kurang memadai, seperti oplet-oplet yang kita lihat di Kota Pontianak, yang hanya beroperasi diberbagai kecamatan tertentu  saja.

Belum lagi kondisi opletnya yang sudah tua, dan bentuknya yang sudah tidak moderen, catnya sudah terkelupas, rawan mogok, sehingga rata-rata warga Kota Pontianak dalam melakukan segala aktivitas lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.

Waspada! Beberapa Daerah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang

Apalagi zaman sekarang masyarakat dapat dengan mudah membeli kendaraan secara kredit dengan uang muka yang sedikit, sehingga jalan-jalan di Kota Pontianak menjadi padat oleh kendaraan pribadi yang dimiliki masyarakat.

Aktifkan Kembali Transportasi Massal

Pada tahun ini, pemerintah Kota Pontianak kembali mendapatkan lima unit Bus Rapid Transit (BRT) bantuan dari Kementrian Perhubungan RI yang menggenapkan jumlah Bus Trans Pontianak menjadi 10 unit.

Karena tahun sebelumnya Pemkot juga mendapat lima unit yang sama dari pemerintah pusat.

Kita semua patut bersyukur karena Pemkot kembali mendapat bantuan tersebut, sehingga dapat sejalan dengan tujuan, untuk dapat mengaktifkan kembali transportasi massal, agar dapat mengurangi kemcetan yang ada di Kota Pontianak.

 Saat ini Bus Trans Pontianak, banyak mengangkut pelajar dan juga masyarakat umum, dengan adanaya sistem zona sekolah ini dapat sejalan dengan progam pemerintah untuk mengaktifkan kembali transportasi massal untuk pelajar, sehingga rute yang dilalui oleh Bus Trans Pontianak tidaklah jauh.

Sehingga proses pengantaran pelajar kerumah tidaklah membutuhkan waktu yang lama.

Terdapat beberapa pelajar yang saya wawancarai mengeluhkan proses pengantaran Bus Trans Pontianak yang amat lama,oleh karena itu dengan adanya sistem zona dan penambahan Bus Trans Pontianak yang baru dari Pemerintah Pusat, diharapkan dapat mempercepat proses antar jemput pelajar sehingga diharapkan pelajar dapat lebih senang menggunakan angkutan massal dari pada menggunakan kendaraan pribadi.

Bangun Jembatan Baru di Pontianak

Kota Pontianak diwacanakan akan memiliki satu jembatan kembar lagi yang akan menghubungkan Kecamatan Pontianak Timur dan Kecamatan Pontianak Selatan.

Jembatan tersebut telah dianggarkan sebesar Rp.563 miliar oleh pemerintah pusat, dan jembatan tersebut akan dibangun tepat bergandengan dengan Jembatan Kapuas I, sepertihalnya pembangunan Duplikasi Jembatan Landak yang hampir saja akan rampung 100 persen, tinggal merapikan beberapa bagian untuk diperbaiki.

 Jembatan Kapuas merupakan infrastruktur vital, tanpa adanya jembatan tersebut aktifitas lalu lintas Kota Pontianak akan lumpuh dan terhambat.

Karena apabila kita hanya berharap dengan penyebrangan kapal ferry, tidaklah dapat menampung kendaraan yang ada di wilayah Pontianak,belum lagi kendaraan yang dari luar Pontianak.

Jembatan Kapuas I,II, dan Jembatan Landak juga menghubungkan antara Pontianak Kota dan kabupaten  lainnya.

Oleh karena itu diperlukan duplikasi jembatan,karena apabila salah satu jembatan mengalami masalah, dan harus ditutup, seperti pada bulan lalu saat jembatan kapuas II mengalami masalah dan harus dilakukan pemasangan bracing atau ikatan angin,kemacetan parah terjadi sampai berjam-jam dan polisi juga sangat kewalahan.

Oleh karena itu diperlukan duplikasi jembatan baru untuk alternatif apabila salah satu jembatan mengalami masalah.

Sebagai kota yang tumbuh besar, dengan jumlah penduduk yang hampir mendekati satu juta jiwa.

Pemerintah harus memiliki rencana jangka panjang atau kajian mengenai potensi kemacetan di Pontianak kedepannya.

Tidak menutup kemungkinan jembatan akan mengalami keruskan dan mengakibatkan kemcetan parah seperti pada bulan lalu, seharusnya itu menjadi pelajaran yang sangat penting untuk kita, agar kita segera menyediakan infrastruktur yang memadai dari segi jumlah maupun kualitasnya, seperti penambahan jembatan baru, duplikasi jembatan baru, maupun transportasi umum yang tersebar menyeluruh.

Strong Point, Anggota Polres Mempawah Tegur Warga yang tak Tertib Lalu Lintas

Dengan demikian penulis berharap agar proses pengaktifan transportasi umum di Kota Pontianak dapat terealisasi secara efektif dan menyeluruh karena sudah didukung dengan penambahan bus baru dari pemerintah pusat dan juga didukung dengan system zona sekolah sehingga proses antar jemput tidaklah membutuhkan waktu lama.

Sehingga dapat menjadi daya dukung untuk menarik para pelajar, untuk menggunakan transportasi umum.

Penulis juga berharap agar proses pembebasan lahan oleh pemerintah kota dapat dilakukan secara cepat agar pembangunan jembatan baru dapat dibangun.

Karena pemerintah provinsi juga sudah mendukung dan sudah berkomunikasi secara langsung dengan Presiden mengenai rencana pembangunan tersebut.Sehingga tinggal menunggu Pemkot membebaskan tanah untuk pembangunan jembatan baru tersebut.

Dengan pengaktifan transportasi umum secara efektif dan menyediaan oplet yang terbaru, serta dibangunkannya duplikasi jembatan baru, saya yakin kemcetan di Kota Pontianak tercinta, akan semakin berkurang.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved