Aksi Bela Peladang
Tangis Haru Terdakwa Usai Sidang di Pengadilan Disambut Ribuan Anak Peladang
Tangisan tak terbendung tak kala terdakwa keluar dari ruang sidang disambut oleh ribuan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP).
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINTANG - Dua terdakwa menangis haru usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sintang, Kamis (21/11/2019).
Tangisan tak terbendung tak kala terdakwa keluar dari ruang sidang disambut oleh ribuan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP).
Bersama dengan Sekjen MADN, Yakobus Kumis, DAD Sintang dan mahasiswa yang memberikan dukungan moril selama proses persidangan.
Suasana itu terekam dalam sebuah video amatir yang direkam oleh Samson Sam yang diunggah di akun Facebooknya.
• Aksi Bela Peladang, Herkulanus Roni: Mari Buka Hati Nurani
Dalam video itu, Bonergius dan Mangan—dua dari empat terdakwa—tampak tak dapat menyembunyikan kebahagiaanya mendapatkan dukungan moril dari ribuan masyarakat.
Saat keluar dari ruang persidangan, enam terdakwa langsung dibawa oleh Sekjen MADN, Yakobus Kumis dan ASAP menuju ke Balai Kenyalang.
Saat hendak menaiki mobil Pick Up, Bonergius dan Dogles tampak menangis haru.
Tersedu, tak kuasa menahan tangisnya.
Satu persatu massa aksi menyalami mereka, memberikan semangat dan motivasi.
Ada enam peladang yang diadili pada Kamis (21/11/2019) pagi tadi.
Mereka adalah: Antonius Sujianto, Magan, Agustinus, Dugles, Dedi Kurniawan dan Boanergis.
Sedari pagi, ribuan massa gabungan antara mahasiswa dan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) memadati depan gedung Pengadilan Negeri Sintang. Sebelum bergerak, massa menggelar ritual adat.
Selama proses persidangan, massa aksi damai bertahan di luar gedung pengadilan. Pasukan gabungan TNI Polri menjaga ketat area pengadilan.
“Kami sekarang bersama orang tua kita yang sedang menjalani proses (persidangan)."
"Kami akan bawa enam orangtua kami ke Kenyalang. Meski belum diketuk bebas murni kita mau merayakan kebebasan mereka,” kata Sekjen MADN, Yakobus Kumis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dua-peladang-menangis-haru-usai-menjalani-persidangan-di-pengadilan-negeri-sintang.jpg)