Aksi Bela Peladang

Aksi Bela Peladang, Herkulanus Roni: Mari Buka Hati Nurani

Roni menilai, enam orang peladang yang duduk di kursi pesakitan untuk diadili sebagai terdakwa sangat tidak relevan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Reni Humpro Setda Sintang
PIMPIN RAPAT: Bupati Sintang, Jarot Winarno memimpin rapat bersama Forkopimda menindaklanjuti aspirasi Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP). 

SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar rapat menindaklanjuti sejumlah tuntutan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) saat beraudiensi ke gedung DPRD Sintang.

Rapat koordinasi bersama pimpinan Forkopimda dipimpin langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di kantor bupati, Rabu (20/11/2019) siang.

Perwakilan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) juga kembali menyampaikan aspirasinya di hadapan Jarot Winarno.

Tak terkecuali Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni.

BREAKING NEWS - Aksi Bela Peladang, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Sintang

Roni menilai, enam orang peladang yang duduk di kursi pesakitan untuk diadili sebagai terdakwa sangat tidak relevan.

Sebab, dalam praktiknya, para peladang belum mengetahui yang mereka lakukan bertentangan dengan yang diatur dalam undang-undang.

“Untuk enam orang terdakwa yang duduk di kursi pesakitan, kami memandang sangat tidak relevan.”

“Kita sepakat mereka bukan penjahat, mereka pahlawan keluargannya. Cari makan untuk sesuap nasi,” jelas Roni.

Seharusnya kata Roni, para peladang tidak tahu terhadap Perda dan Perbup yang sudah dibuat oleh pemerintah.

“Berarti menjadi tangugnajwab besama menyampaikan pada masyarakat kita. Ini kelemahan bersama, karena Perbup itu tidak tersosialisasi dengan maksimal.”

“Oleh sebab itu, saya minta kepada pemerintah, untuk maksimal mensosialisasikan aturan tersebut,” pintanya.

Roni berharap, aspek nurani dikedepankan oleh penegak hukum dan pengadilan terhadap enam terdakwa yang diadili tersebut.

“Belum pasti berladang hari ini cukup untuk satu tahun.”

“80 persen keluarga saya berladang, sedih ketika keluarga kita kemudian duduk di kursi pesakitan karena ketidaktahuannya."

"Mari kita buka hati nurani kita,” pinta Roni.

Aksi Kawal Persidangan 6 Peladang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved