Stok Blangko Minim, Ini Jumlah e-KTP Yang Sudah Dicetak di Kapuas Hulu

Untuk itu kami coba ajukan stok blangko namun belum juga turun dari Pemerintah Pusat

Stok Blangko Minim, Ini Jumlah e-KTP Yang Sudah Dicetak di Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Cipil Kapuas Hulu, Usmandi SE MM. 

KAPUAS HULU - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas Hulu, Usmandi menyatakan kalau pihaknya telah mencetak e-KTP sebanyak 175.718.

"Jumlah ini sudah 99,62 persen dari target yang ditentukan. Sedangkan stok blangko e-KTP di Kapuas Hulu memang masih minim, sebab itu kami telah mengusulkan penambahan blanko ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ujarnya, Kamis (21/11/2019).

Usmandi menjelaskan, blangko e-KTP yang terakhir masuk ada 100 lebih, sekarang sisanya mungkin kurang lebih 40 saja.

"Untuk itu kami coba ajukan stok blangko namun belum juga turun dari Pemerintah Pusat,” ucap Usmandi.

VIDEO: Ini Penjelasan Kadishub Pontianak Terkait Penutupan Jembatan Landak

Terkait pengunaan blangko e-KTP, kata Usmandi lebih banyak dicetak untuk warga yang berubah status data kependudukanya.

Satu di antaranya perubahan alamat domisili atau perubahan status dari mahasiswa ke swasta dan juga status pernikahan.

“Penguna blangko kemaren itu banyak yang cetak karena perubahan status. Kalau yang cetak karena e-KTPnya rusak, hilang atau buat baru, itu tidak banyak,” ujarnya.

Sedangkan berdasarkan data Disdukcapil, sekarang ini yang wajib e-KTP di Kapuas Hulu berjumlah 172.262. Dari jumlah tersebut, perekaman data e-KTP telah mencapai 102,4 persen.

“Saat ini perekaman sudah mencapai 176.526 orang, ini sudah mencapai 102,40 persen dari target yang ditentukan,” ucapnya.

Akan Sambut Kedatangan Daud Yordan, Ini Penjelasan Wabup Effendi Ahmad

Dalam hal perekaman data kependudukan, termasuk juga e-KTP, kata Usmandi, pihaknya sampai melakukan upaya jemput bola.

Upaya jemput bola yang dimaksud adalah melakukan perekaman di desa-desa.

“Terakhir kami melakukannya di Desa Merakai Panjang, kecamatan Puring Kencana. Itu cukup besar antusias warga melakukan perekaman data penduduk,” ungkap Usmandi.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved