PRO-KONTRA Ahok Dirut BUMN - Faisal: Ahok Bukan Malaikat, Rizal Ramli Menolak
Masuknya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke dalam salah satu jabatan direksi di perseroan badan usaha milik negara (BUMN) menuai pro-kontra.
"Takut seperti yang terjadi di DKI dimana Pak Ahok melakukan pembersihan terhadap birokrasi," tambah Arya Sinulingga.
Kedua, penolakan Ahok bersifat politik.
"Kedua ini jangan-jangan politik, nah kalau politik ini lucu banget, kenapa sampai kawan-kawan di BUMN bermain-main politik," ujar Arya Sinulingga.
Dikutip dari Tribunnews.com, ada sejumlah point yang tertulis pada spanduk tolak Ahok di Pertamina.
Arie Gumilar memposting penolakan tersebut melalui akun Instagram @ariegoem.
Berikut adalah isi spanduk FSPPB tolak Ahok di Pertamina:
1. Pertamina tetap wajib utuh, tolak siapapun yang suka bikin rusuh
2. Memilih figur tukang gaduh, bersiaplah Pertamina segera runtuh
3. Berkali-kali ganti direksi kami tak peduli, tapi kedatangan biang kekacauan jadi musuh kami
4. Pertamina menjulan, rakyat senang, pemberang datang, kita perang
5. Pertamina bukan sarang koruptor, bukan juga tempat orang tak terpuji dan mulut kotor (Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/riwayat-hidup-ahok-hingga-digadang-jadi-bos-bumn-kini-kekayaan-basuki-tjahaja-purnama-rp-256-m.jpg)