Latih Leadership, Ketua Gapoktan se-Kalbar Ikut Bela Negara

Menurutnya tuntutan terhadap Gapoktan itu besar sekali. Seperti harus mengurusi tanam serentak, menghadapi masalah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Latih Leadership, Ketua Gapoktan se-Kalbar Ikut Bela Negara
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Wakil Komandan Resimen Induk Daerah Militer XII/Tpr Kolonel Inf Subagiyo SIP MM foto bersama dengan Gapoktan usai menghadiri pembukaan Leadership Camp yang digagas Bank Indonesia bersama Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Senin (18/11/2019). 

SINGKAWANG – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelatihan bela Negara bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), di Dodik Bela Negara Rindam XII/Tpr Singkawang, Senin (18/11/2019).

Manajer dan Kepala Unit Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Djoko Juniwarto menjelaskan kegiatan bela Negara tersebut dirangkai dalam acara Rapat Koordinasi Gapoktan se-Kalbar yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya.

Sriwijaya FC vs Persita Liga 2 - Memori Widodo C Putro, Lawan Mantan Tim dan Pulang ke Bali United

BPJS Kesehatan Siap Jika Diminta Hadir Hearing Kenaikan Iuran di DPRD Sambas

“Ini kita coba sesuatu yang baru (bela Negara). Oleh karena ketua Gapoktan ini membawahi 20 poktan. Nah di bawah poktan ini membawahi 30-50 petani. Artinya dibawah Gapoktan ada ratusan petani yang mesti dipimpin. Lalu selama ini kan kita nuntutnya ketahanan pangan, produktivitas pangan, makanya kita rasa perlu Ketua Gapoktan ini diberikan pemahaman leadership yang nantinya akan diberikan dalam kegiatan di sini,” ujarnya.

Menurutnya tuntutan terhadap Gapoktan itu besar sekali. Seperti harus mengurusi tanam serentak, menghadapi masalah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)  hingga harus menjaga dan memanfaatkan bantuan pemerintah.

“Tujuannya agar mereka punya bekal leadership di bidang mereka. Ini juga penting bagiamana mereka mengamankan bantuan pangan yang diamanahkan pada Gapoktan,” jelasnya.

Sekitar 110 peserta mengikuti Laedership Camp dan Capacity Buliding 4.0 Gapoktan LDPM dan PUPM Provinsi Kalbar yang akan berlangsung selama tiga hari.

Djoko menjelaskan Bank Indonesia ikut konsen memperhatikan masalah pangan, terutama beras. Oleh karena  beras merupakan kelompok bahan makanan yang menjadi komponen yang paling berpengaruh terhadap laju inflasi.

“Bobotnya besar sekali. Kalau ini terganggu maka dampak besar sekali. Saat ini kita lihat memang sangat terjaga dan ini penting untuk selalu kita jaga dan kendalikan,” katanya.

Wakil Komandan Resimen Induk Daerah Militer XII/Tpr Kolonel Inf Subagiyo SIP MM menjelaskan bahwa Kegiatan Bela Negara ini dilakukan di lembaga yang memang diperuntukkan oleh Negara guna memberikan pelatihan wawasan kebangsaan yang dikhususkan dalam bidang yang dilakukan di lingkungan masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan kerjasama dengan instansi pemerintah dalam hal ini bersam Bank Indonesia dan dari Pemda. Tujuannya menggugah kembali kepada kelompok tani bagiaman kedepan dia akan menjalankan fungsinya kepada kelompok tani dan petani dibawahnya. Mungkin selama ini kinerja sistem pembagian tugas belum optimal maka dilakukan pembinaan kinerja mereka,” paparnya.

Dalam leadership Camp ini akan dilatih soal kemanajemenan bagi ketua Gapoktan. Oleh karena, mereka ini akan berhadapan dengan kelompok tani yang ada dibawahnya, jadi perlu pembekalan agar bisa memberikan solusi untuk anggotanya. (nin)

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved