BPBD Sambas Sebut BNPB Dukung Perda Penanggulangan Bencana dan Penanganan Abrasi Sambas

Yudi mengatakan, Raperda tersebut dinilai oleh BNPB sebagai sebuah komitmen dari pemerintah daerah untuk menangani Bencana di daerah.

BPBD Sambas Sebut BNPB Dukung Perda Penanggulangan Bencana dan Penanganan Abrasi Sambas
TRIBUNPONTIANAK/IST/DPRD Kabupaten Sambas
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, bersama dengan BPBD saat melaksanakan konsultasi ke kantor BNPB di Jakarta. 

SAMBAS - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Yudi mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung penuh Rencana Peraturan Daerah (Raperda) penanggulangan bencana di Kabupaten Sambas.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan BNPB disela-sela pelaksanaan Konsultasi terkait dengan Raperda Rencana Penanggulangan Bencana Tahun 2020-2024, di BNPB pusat kemarin.

"BNPB sangat mendukung Raperda Rencana Penanggulangan Bencana Tahun 2020-2024," ujarnya, Selasa (19/11/2019) saat dihubungi Tribun.

Yudi mengatakan, Raperda tersebut dinilai oleh BNPB sebagai sebuah komitmen dari pemerintah daerah untuk menangani Bencana di daerah.

"BNPB menilai Raperda ini bentuk dari perhatian dan komitmen besar dari Pemda dan DPRD terhadap penanggulangan bencana di sambas," tegasnya.

Konsultasi ke BNPB, Ini Yang di Bahas DPRD Sambas

Sementara itu, terkait dengan proposal penanganan abrasi yang diusulkan BPBD Kabupaten Sambas, untuk daerah Pemangkat, Jawai dan Paloh yang di usulkan oleh DPRD dan Pemkab Sambas kepada BNPB. Menurut Yudi juga mendapat sambutan positif dari BNPB.

Kedepan, itu juga akan menjadi perhatian dari BNPB sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki.

"Untuk proporsal penangangan abrasi dan peralatan serta logistik akan menjadi perhatian BNPB sesuai dengan kemampuan anggaran BNPB. Karena juga mengingat BPBD Sambas baru terbentuk," jelasnya.

Kedepan, peralatan dan logistik itu akan berguna untuk mengantisipasi dan juga menanggulangi dampak dari pada bencana di Sambas.

Sebagaimana diketahui, Sambas sendiri disebutkan rawan bencana. Seperti Kebakaran Hutan dan Lahan, kekeringan dan lainnya.

"Kalau untuk potensi bencana meliputi Karhutla, kekeringan, tanah bergerak, banjir serta puting beliung," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved