Neneng Bangga Edhie Baskoro Yudhoyono Pakai Batik Khas Bengkayang

Burung Ruai juga sangat indah dan dapat mempertahankan diri, sehingga burung Ruai dijadikan simbol penangkal dan sekaligus simbol suku Dayak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Anak Presiden ke-6 RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menggunakan batik khas Bengkayang. 

Neneng Bangga Edhie Baskoro Yudhoyono Pakai Batik Khas Bengkayang

PONTIANAK - Satu diantara legislator DPRD Provinsi Kalbar dapil Bengkayang-Singkawang, Neneng, M.Sos mengaku bangga karena anak Presiden ke-6 RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menggunakan batik khas Bengkayang saat menghadiri pendidikan kader Partai Demokrat Kalbar.

Ibas, sapaan akrab anak kedua SBY itu menggunakan baju batik bermotif Kantung Semar dan Burung Ruai berwarna biru.

Menurut Neneng, batik motif flora fauna tersebut, merupakan batik khas asal Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Batik ini dikenal dengan nama lokal Saruwe Kalamange.

Desa Kubu Peringati Tradisi Robo-Robo Dengan Meriah

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami masyarakat Kabupaten Bengkayang," kata adik Bupati Bengkayang dua periode ini, Minggu (17/11/2019).

Saruwe Kalamange sendiri, ungkap Neneng merupakan bahasa daerah Dayak Bakati yang notabene kaum mayoritas di Kabupaten Bengkayang.

Ia pun menjelaskan, jika Batik Saruwe Kalamange ini bukan hanya dipakai untuk seragam pegawai atau sekolah, tapi juga sudah digunakan pada acara pesta, formal, semi formal maupun kasual.

Ciri khas dari batik tersebut, kaya dia, terletak pada corak yang digunakan. Batik Saruwe Kalamange menggunakan flora endemik khas Kabupaten Bengkayang. 

Jarot Ingin Rintis Jalan Darat dari Desa Nanga Keremoi hingga Desa Kepala Jungai

Hasil Final Hongkong Open 2019: Hendra/Ahsan Gagal Juara Hong Kong Open 2019

Diungkapkan dia pul, untuk Floranya adalah kantung semar yang merupakan tanaman khas Kalimantan, sedangkan Faunanya adalah burung Ruai.

Burung Ruai melambangkan kegagahan suku Dayak dan bertanggungjawab terhadap anak dan keluarganya. 

Burung Ruai juga sangat indah dan dapat mempertahankan diri, sehingga burung Ruai dijadikan simbol penangkal dan sekaligus simbol suku Dayak.

Sementara kantong semar, menurut bacakada Bengkayang ini, menggambarkan bisa hidup dimana saja, dan berkelompok.

Selain itu juga sangat berguna dari akar sampai kantong serta banyak terdapat di Bengkayang.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved