Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Mempawah Vaksin Hewan Penular Rabies

Plt Kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan, Tika Nurhayati mengatakan pihaknya rutin memberikan vaksin tersebut.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Mempawah Vaksin Hewan Penular Rabies
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Dokter Hewan Tika Nurhayati, yang menjabat sebagai Kasi Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikananan Kabupaten Mempawah saat diwawancara Tribun, Minggu (26/5/2019) 

MEMPAWAH - Guna mencegah penularan rabies di Kabupaten Mempawah Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah melaksanakan vaksin terhadap hewan penular rabies.

Plt Kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan, Tika Nurhayati mengatakan pihaknya rutin memberikan vaksin tersebut.

"Kami sudah melaksanakan vaksinasi terhadap hewan penular rabies atau hpr di sekitar kelurahan tengah. Ada sekitar 35 hewan yang divaksinasi termasuk kucing, kera dan yang paling banyak adalah anjing," ujarnya.

Pemkab Landak Kembali Berikan Vaksin Gratis untuk Hewan Peliharaan Masyarakat

VIDEO : Penjelasan Tika Nurhayati Terkait Vaksinasi Rabies di Daerah Perbatasan Mempawah

Kurang Pengetahuan Tentang Vaksinasi, Anggota Keluarga Beresiko Tertular Rabies

Ia mengakui saat melakukan vaksin memang ada beberapa kendala di lapangan, satu diantaranya terkait peralatan. Dimana diakuinya pemberian Vaksin masih dilakukan secara manual kepada hewan penular rabies.

"Selain kewalahan karena kebanyakan hewan hewannya dilepasliarkan peralatan yang digunakan juga masih manual. Sehingga belum maksimal dalam melakukan vaksinasi padahal padahal var yang disediakan ada sebanyak 200 vaksin," katanya.

Ia mengimbau agar masyarakat memelihara hewan dengan cara diikat atau dikandangkan, terlebih hewan penular rabies. Sehingga tidak terinfeksi rabies dan menyebarkannya ke masyarakat.

"Kami juga menghimbau agar masyarakat memelihara hewan peliharaannya dengan baik, terutama anjing. Jangan dilepasliarkan bisa dikandangkan atau diikat saja, sementara untuk anjing anjing liar kami akan berkoordinasi dengan aparatur desa atau lurah serta pihak terkait lainnya untuk penanganan nya lebih lanjut," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved