Ikan Siluk Milik Syarif Machmud Juara Kontes Internasional, Sempat Ditawar Hingga Ratusan Juta

Dalam hitungan jam usai meraih juara, Machmud bahkan mengaku sudah ada pihak yang menawar ikan kesayanganya tersebut.

Ikan Siluk Milik Syarif Machmud Juara Kontes Internasional, Sempat Ditawar Hingga Ratusan Juta
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pengunjung melihat ikan siluk yang diikutkan dalam West Kalimantan Siluk International Contest dan Expo ke-7 di gedung Pontianak Convention Center (PCC), Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (15/11/2019) malam. Contest ini diikuti 150 peserta. 

PONTIANAK - Ikan Siluk atau Arwana Super Red milik mantan Ketua Koni Kalimantan Barat, Syarif Machmud Al Kadrie menjadi satu di antara kontestan yang berhasil menjadi juara pertama di kelas bergengsi yakni 60 Cm.

Dalam hitungan jam usai meraih juara, Machmud bahkan mengaku sudah ada pihak yang menawar ikan kesayanganya tersebut.

"Saya sudah beberapa kali ikut dari dua tahun lalu.Hampir 10 tahun yang lalu kan ini sering diadain, jadi merasa bangga sih, kali inikan diikuti banyak peserta dari luar," ujarnya kepada Tribun Jumat (15/11/2019) malam.

FOTO: Kontes Ikan Siluk di Acara West Kalimantan Siluk International Contest dan Expo ke-7

150 Ikan Arwana Super Red akan Dipamerkan di Pontianak Convention Center

FANTASTIS! Harga Ikan Grand Champion Arwana Super Red Bisa Tembus Miliaran Rupiah

Jika sebelumnya ia biasa ikut dikelas medium, kali ini Arwana yang dipeliharanya sendiri sejak dua tahun terakhir berhasil juara di kelas bergengsi di kelas besar.

Machmud mengatakan ikan Arwana Super Red miliknya memiliki keindahan tersendiri dari ukuran lebar badan hingga warna merah yang cukup dominan.

"Sebenarnya dia merebut grand champion cuma, dia punya ingsang kebuka dikit gara-gara air," ujarnya

Ikan arwanan miliknya tersebut telah dipelihara 2,5 tahun dan ia pelihara sendiri bersama 2 ekor lainya

"Kalau dulu ada 40 ekor, repot juga kita kan sibuk," imbuhnya

Ia mengatakan, selama memelihara ikan tersebut terbilang tidak begitu repot, yang penting menurutnya air bersih dari gunung, kemudian pakannya udang hidup.

"Pernah waktu itu sehari 7 ekor karena saya ingin supaya lebar tubuhnya, setelah itu kurusin supaya geraknya lebih bagus."

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved