Mengenal Bisnis Forex Trading Bersama Marketing Gallery GK Invest di Pontianak

karakteristik bisnis di bidang perdagangan derivatif & berjangka yang merupakan suatu perdagangan nilai kontrak dari sebuah underlying product.

Mengenal Bisnis Forex Trading Bersama Marketing Gallery GK Invest di Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/Advetorial
Head Development Officer Marketing Gallery GK Invest di Pontianak, Barnabas Darwin 

Mengenal Bisnis Forex Trading Bersama Marketing Gallery GK Invest di Pontianak

PONTIANAK - Beranjak dari viralnya berita di media sosial tentang investor yang “mengamuk” karena merasa ditipu oleh sebuah perusahaan pialang perdagangan berjangka di Pontianak baru-baru ini, Marketing Gallery GK Invest di Pontianak mencoba memberikan pemahaman mengenai Forex Trading melalui salah seorang praktisi di bidang perdagangan derivatif dan berjangka, forex dan commodity trading, Barnabas Darwin yang saat ini menjabat Head Development Officer Marketing Gallery GK Invest di Pontianak.

Dalam kesempatan ini, ia memaparkan karakteristik bisnis di bidang perdagangan derivatif dan berjangka yang merupakan suatu perdagangan nilai kontrak dari sebuah underlying product. Pada dasarnya perdagangan ini lazim ditransaksikan oleh lembaga-lembaga keuangan, manajer investasi serta investor - investor perorangan untuk mengelola posisi mereka terhadap risiko pergerakan nilai tukar mata uang, saham, dan komoditas, tanpa memengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya.

"Jadi ini sebenarnya adalah perdagangan yang nyata, karena itu pemerintah melalui Departemen Perdagangan mengaturnya, dan membentuk Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (BAPPEBTI) sebagai regulator," jelas Darwin seperti rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id.

Rupiah Menguat 0,04 Persen di Level Rp 14.062 per Dolar AS

Lebih lanjut ia menegaskan, "sebenarnya regulasi dalam transaksi perdagangan ini sangat ketat, seperti; mengatur calon investor yang wajib memahami resiko, telah melakukan aktifitas trading dengan account demo, dan memiliki tujuan yang jelas dalam transaksi ini, seperti apakah untuk spekulasi, hedging, dan lain sebagainya".

Di lain pihak perusahaan pialang ataupun broker, dilarang untuk menjaring investor dengan cara menjanjikan “pasti untung” atau “dijamin untung”, atau mentransaksikan account milik investor. Jadi dalam regulasi ini, diatur perusahaan pialang selain sebagai pihak ketiga penyedia jasa layanan platform perdagangan yang bisa diakses untuk investor melakukan transaksi, juga sebagai penyedia layanan terkait informasi berita - berita di pasar dan edukasi kepada investor.

Pada prakteknya, ada perusahaan pialang atau oknum marketing yang mencari keuntungan dengan merayu calon investor dengan janji keuntungan pasti. Mereka biasanya menggunakan modus dengan memanfaatkan pergerakan harga emas yang cukup signifikan, kemudian merayu dengan iming - iming keuntungan 1-2 juta rupiah perhari, atau 20-40 juta rupiah perbulan jika bersedia deposit dana 100 juta rupiah untuk dikelola perusahaannya.

Apa terjadi setelah itu terhadap investor adalah malapetaka, karena mereka akan diminta terus menambah dana ke account tradingnya untuk mempertahankan posisi trading yang floating loss. Ulah perusahaan pialang dan oknum - oknum marketing seperti inilah yg akhirnya membentuk opini negatif terkait bisnis dalam sistem perdagangan alternatif ini.

Terkendali, Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan II 2019 Tercatat Sebesar 391,8 Miliar Dolar AS

Jadi kenali ciri - ciri perusahaan broker ataupun oknum marketing nakal tersebut jika Anda ingin berspekulasi dalam bisnis Sistem Perdagangan Alternatif, seperti Trading Forex. Cermati berapa komisi yang dikutip dari setiap transaksi.

Komisi yang besar biasanya menjadi motif oknum marketing untuk merayu calon investor dengan berbagai cara, termasuk meminta password trading dan kemudian mentransaksikan account investor secara diam - diam. Selain itu, perhatikan berapa besar spread atau selisih harganya, karena kedua komponen ini menjadi biaya yang ditanggung investor ketika melakukan transaksi. 

Halaman
12
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved