BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank besar.

Tayang:
Editor: Jamadin
Bank Syariah Indonesia
FOTO BERSAMA - (Kiri-kanan).Tampak Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah), Direktur Risk Management Grandhis H Harumansyah (paling kiri), Direktur Finance dan Strategy Ade Cahyo Nugroho (dua dari kiri), Wakil Direktur Utama Bob T.Ananta (dua dari kanan) dan Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna (paling kanan) di Kantor BSI The Tower, Jakarta 12 Mei 2026. Kinerja Triwulan I Tahun 2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencetak laba bersih Rp2,2 triliun naik 17,1 persen (YOY) didorong peningkatan Tabungan yang tumbuh 20,18 persen (YOY) tertinggi di industri 

Ringkasan Berita:
  • Untuk fase keberangkatan pun BSI mendominasi di mana pada tahun 2026 sebesar 83,5 persen dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat BSI. 
  • Pendaftar haji Melalui BSI meningkat setiap tahun dengan didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI serta berbagai campaign program haji yang dilakukan secara nasional.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan Tabungan tertinggi di industri.

Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta di mana 1,2 juta merupakan generasi muda (Millenial dan Gen-Z). 

Pertumbuhan Tabungan Haji mengantarkan BSI melanjutkan kinerja yang solid sejak merger, sekaligus menunjukkan bahwa dual licence bank syariah dan bank emas sukses menumbuhkan customer base secara signifikan. 

Sejak merger 1 Februari 2021, nasabah BSI tumbuh 9,26 juta, dan khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta. 

Peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen (YOY), menjadi Rp376,8 triliun.

Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana Giro naik 24,17 persen (YOY) menjadi Rp71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18 persen (YOY) menjadi Rp164,5 triliun.

Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36 persen (YOY) menjadi Rp236,2 triliun.

"Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,’’ kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo pada paparan kinerja Perseroan Triwulan I 2026.

BSI, kata dia, fokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis. Sebagai bank syariah dengan status persero, BSI berperan aktif mendukung antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji.

Data BSI menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk berhaji terus melonjak di mana pada tahun 2023 pendaftar haji nasional 286,4 ribu naik menjadi 422,3 ribu pada 2025. 

BSI menunjukkan dominasinya di dalam pendaftaran tabungan haji nasional dengan peningkatan  market share semula 49,5 persen pada tahun 2023 menjadi 53,6 persen pada tahun 2025. Dari 422,3 ribu pendaftar haji sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui BSI.

Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44 Persen

Untuk fase keberangkatan pun BSI mendominasi di mana pada tahun 2026 sebesar 83,5 persen dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat BSI. 

Pendaftar haji Melalui BSI meningkat setiap tahun dengan didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI serta berbagai campaign program haji yang dilakukan secara nasional.  

Peningkatan DPK mendorong total asset BSI per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp460,1 triliun yang mengantarkan BSI naik peringkat ke jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi masuk sebagai bank Persero pada 23 Januari 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved