Bupati Jarot Sebut Desa Sungai Labi Baru Separuh Merdeka

Jarot berharap, Desa Sungai Labi perlahan naik statusnya menjadi desa berkembang hingga desa maju.

Bupati Jarot Sebut Desa Sungai Labi Baru Separuh Merdeka
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Bupati Sintang, Jarot Winarno saat kunjungan kerja ke Desa Sungai Labi, Kecamatan Kelam Permai, Rabu (13/11/2019). 

SINTANG- “ Kita sudah setengah merdeka, listrik sudah masuk. Tetapi tentunya kita belum merasa benar-benar merdeka sebab jalan masih rusak. Sinyal, datang hilang. Macam orang sakit flu."

"Anak kita belum semua mendapatkan pendidikan yang bekualitas. Guru kurang, SD pun kelas jauh,”

Itulah ungkapan Bupati Sintang, Jarot Winarno saat kunjungan kerja ke Desa Sungai Labi, Kecamatan Kelam Permai, Rabu (13/11/2019).

Tiga Permintaan Kades Sungai Labi ke Bupati Jarot

Camat Kelam Permai Apresiasi Desa Sungai Labi

Kunker Jarot sekaligus meresmikan listrik masuk desa setelah 74 tahun merdeka sekaligus peresmian bedah rumah tidak layak huni yang sudah selesai dibangun.

“Dua program yang masuk (ke desa) kita sukuri, dengan adanya listrik maka biaya hidup lebih hemat daripada genset, beli minyak tiap hari, ndak mampu."

"Ada lagi program bedah rumah, meskipun baru 30 rumah yang sudah direnov, ini harus disyukuri, mudah mudahan makin bertambah, sehingga status Desa Sungai Labi yang yang dulunya desa sangat tertinggal, sekarang naik jadi desa tertinggal. Ndak lagi pakai sangat,” ungkap Jarot.

Jarot berharap, Desa Sungai Labi perlahan naik statusnya menjadi desa berkembang hingga desa maju.

Untuk bisa sampai ke maju, Presiden Jokowi kata Jarot sudah mengintruksikan empat hal.

Pertama, tentukan produk unggulan desa melalui musyawarah tingkat desa, BPD, dan tokoh masyarakat.

“Setelah itu, dirikan Bumdes. Keuntungan kembali balik kepada desa. Untuk nambah insentif temenggung, perangkat desa, tambahan honor guru, petugas kesehatan , boleh dari penghasilan Bumdes,” kata Jarot

Kemudian, Presiden juga menginstruksikan untuk setiap desa membuat embung sebagai cadangan air ketika memasuki kemarau.

Tidak hanya itu, manfaat embung juga bisa dijadikan sebagai budidaya perikanan dan juga tempat untuk rekreasi.

“ Buat embung, biaya 200 juta. Satu untuk simpan air, kalau kemarau, pas musim karhutla, perikanan juga bisa. Untuk rekreasi. Apalagi kalau tempat bagus bisa mengundang wisatawan."

"Terakhir, buat sarana olahraga desa. Buat lapangan voly, supaya desa damai, rukun. Perjuangan membangun desa masih panjang, soal jalan nanti saya koordinasi UPJJ untuk service,” kata Jarot. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved