Tiga Permintaan Kades Sungai Labi ke Bupati Jarot
Permintaan kedua, SD Kelas Jauh di Desa Bengkuang diharap warga dapat ditambah lokal kelas dan dinegerikan.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINTANG- Mimpi masyarakat Desa Sungai Labi untuk menikmati penerangan layak sudah terpenuhi.
Listrik sudah mengaliri rumah penduduk sebanyak 183 KK.
Desa berpenduduk 621 jiwa ini, juga sudah naik status.
Dari sangat tertinggal menjadi tertinggal.
• Bupati Jarot Minta Model Perencanaan Tata Ruang Harus Inovatif dan Berkelanjutan
• 74 Tahun Merdeka, Listrik di Desa Sungai Labi Akhirnya Menyala
• Demi Beli KWH, Warga Desa Sungai Labi Rela Gadaikan SKT
Di depan Bupati Sintang, Jarot Winarno.
Kades Sungai Labi, Silpanus Ilong menyampaikan langsung keinginan masyarakat kepada pemerintah.
Supaya membantu perbaikan jalan menuju Sungai Labi.
“Usulan jalan dari Landao Kodam ke Desa Sungai Labi, jaraknya 11 kilometer."
"Siapa tahu masih ada program UPJJ, karena jalan cukup parah,” pinta Ilong.
Permintaan kedua, SD Kelas Jauh di Desa Bengkuang diharap warga dapat ditambah lokal kelas dan dinegerikan.
“Kami minta pemerataan juga, di SK Kan sekolah layak pakai sepeti desa lain."
"Intinya kami minta di negerikan,” harap Ilong.
Terakhir, Ilong ingin pemerintah memberikan solusi terhadap masyarakat peladang.
Sebab dalam lima tahun terakhir harus kucing-kucingan dengan aparat ketika membuka ladang.
“Masyarakat dikejar aparat, alasan jadi penyumbang kabut asap ke negara lain."
"Di desa kami 20 persen lahan sawah peladang. Permintaan, cetak sawah, biar bisa menampung petani,” pintanya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/jalan-menuju-desa-sungai-labi-kecamatan-kelam-permai.jpg)