Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh Bahasa Arab, Indonesia dan Terjemahannya
Doa buka puasa Ayyamul Bidh tidak ada perbedaan dengan doa buka puasa lainnya.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Bacaan doa buka puasa, baik sunnah maupun wajib tidak ada perbedaan dalam lafadznya.
Jadi apapun puasanya, doa berbuka puasa yang dibaca sebelum menyantap hidangan tetap sama.
Ada dua doa berbuka puasa menurut Ustadz Abdul Somad, bersumber dari hadits Rasulullah SAW.
Namun demikian, satu di antaranya bersumber dari hadits dhaif.
Berikut doa buka puasa yang bersumber dari hadits dhaif:
اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت
“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu”.
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.
Ustadz Abdul Somad mengatakan, lafaz doa buka puasa ini memang berasal dari hadits dhoif.
"عن معاذ بن زُهْرة: أنه بلغه أن النب ي صَلَّى الََُّّ عَلَيْهِ وَسَ لَّمَ كان إذا أفْطر؛ قال: " اللهم لك صُمْت، وعلى رزقك أفطرت
Dari Mu’adz bin Zuhrah: telah sampai kepadanya bahwa ketika berbuka Rasulullah Saw mengucapkan: “Ya Allah untuk-Mu puasaku dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.
Menurut Syekh al-Albani, sanad hadits itu dha’if mursal, status Mu’adz ini adalah seorang tabi’i majhul.
Namun Syekh Ibnu ‘Utsaimin Membolehkan Doa Yang Didha’ifkan Syekh al-Albani:
"Sesungguhnya waktu berbuka adalah waktu terkabulnya doa, karena waktu berbuka itu waktu akhir ibadah, karena biasanya manusia dalam keadaan sangat lemah ketika akan berbuka, setiap kali manusia dalam keadaan jiwa yang lemah, hati yang lembut, maka lebih dekat kepada penyerahan diri kepada Allah SWT,".
Doa buka puasa kedua, atau yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/doa-buka-puasa-ayyamul-bidh-bahasa-arab-indonesia-dan-terjemahannya.jpg)