Bunda PAUD Kecamatan Beduai dan Desa Sungai Ilai Dikukuhkan

Bunda PAUD Kabupaten Sanggau, Arita Apolina mengkukuhkan Yasinta Elly sebagai Bunda PAUD Kecamatan Beduai di Aula Kantor Camat Beduai

Bunda PAUD Kecamatan Beduai dan Desa Sungai Ilai Dikukuhkan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bunda PAUD Kabupaten Sanggau, Arita Apolina saat foto bersama usai mengkukuhkan Yasinta Elly sebagai Bunda PAUD Kecamatan Beduai di Aula Kantor Camat Beduai, Rabu (6/11/2019). Ist 

Citizen Reporter
Staf Diskominfo Sanggau
Abang Alfian

Bunda PAUD Kecamatan Beduai dan Desa Sungai Ilai Dikukuhkan

SANGGAU - Bunda PAUD Kabupaten Sanggau, Arita Apolina mengkukuhkan Yasinta Elly sebagai Bunda PAUD Kecamatan Beduai di Aula Kantor Camat Beduai, Rabu (6/11/2019).

Selain itu juga dikukuhkan Bunda PAUD Desa Sungai Ilai, Kecamatan Beduai.

Hadir menyaksikan pengukuhan Bupati Sanggau diwakili Kabid Pengelolaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Tang, Camat Beduai, Sandoro Atmojo, Para Camat se-Kabupaten Sanggau, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan para tamu undangan.

Bunda PAUD Kabupaten Sanggau Arita Apolina menyampaikan bahwa Yasinta Elly secara dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kecamatan Beduai berdasarkan keputusan Bunda PAUD Kabupaten Sanggau NO. 01/KEP/BUNDA.Kab/X/2019.

Baca: Bangunan Paud Gunakan ADD, Bhabinkamtibmas Cek Lapangan

Baca: Atbah: Peran Strategis Guru PAUD Dalam Penurunan Stunting

Baca: Bupati Sanggau: Program Satu Desa Satu PAUD Sudah Dilaksanakannya

"Saya percaya bahwa ibu akan melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya, disertai rasa tanggungjawab sesuai dengan yang dipercayakan kepada ibu untuk meningkatkan peran serta Bunda PAUD dalam mensukseskan penuntasan program PAUD di Kabupaten Sanggau,"katanya.

Dikatakannya, anak usia dini adalah anak yang disebut juga usia emas merupakan generasi penerus bangsa yang perlu kita jaga dan kita didik sebaik mungkin. Karena dalam mendidik anak pada usia dini harus kita laksanakan dengan berhati-hati.

"Pada usia emas anak suka meniru tingkah laku, perbuatan dan percakapan orang yang berada disekitarnya. Untuk itu, disekitar lingkungan pemukiman kita harus kita awasi jangan sampai ada hal-hal yang negatif sehingga anak pada usia dini mengetahuinya, karena kejadian-kejadian apa saja yang mereka temukan direkamnya sampai dia dewasa. Sehingga kita harus berhati-hati kalau berbicara dengan anak-anak, karena ucapan yang baik atau jelek pun tetap akan ditirunya,"jelasnya.

Arita menambahkan, anak usia dini kita didik dirumah dengan baik, dengan kasih sayang, lemah lembut, jangan mendidik dengan kekerasan, karena semua itu akan mempengaruhi jiwanya.

"Kemudian kita didik diluar rumah di alam sekitarnya serta mari kita arahkan anak untuk belajar pada suatu institusi yang dinamakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Para Bunda PAUD yang nantinya akan bertugas di daerahnya masing-masing dalam mengembangkan karakter anak usia dini sangatlah penting, karena modal dari generasi emas adalah pembentukan karakter yang benar saat masih berada dalam usia dini, "tuturnya.

Maka dari itu hari ini telah kita kukuhkan Bunda-bunda PAUD disetiap jenjangnya, agar cakupan pendidikan yang diberikan dapat lebih luas lagi dan lebih terfokus untuk pengawasannya sesuai tingkatannya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved