Wujud Keberadaan Negara Bagi Warga Perbatasan Melalui TMMD

Masyarakat pedesaan di perbatasan mengalami ketertinggalan dibandingkan daerah daerah lain di Indonesia.

ISTIMEWA
Wujud Keberadaan Negara Bagi Warga Perbatasan Melalui TMMD 

Roda perekonomian di perbatasan masih berjalan lambat karena tidak adanya infrastruktur yang menunjang untuk meningkatkan kesejateraan hidup masyarakat.

Sebagian besar masyarakat lebih memilih menjual hasil bumi mereka ke negara tetangga Malaysia.

Karena masyarakat tidak sanggup membayar biaya angkut yang cukup besar bila menjualnya di wilayah Indonesia karena mereka harus menempuh jalur sungai oleh karena tidak adanya jalan darat yang bisa mereka lewati.

Akibatnya perputaran uang tidak terjadi di wilayah sendiri akan tetapi di negara lain.

Sehingga tingkat kesejahteraan hidup masyarakat sulit terwujud.

Terjadi kurang meratanya pembangunan di perbatasan membuktikan bahwa masih kurangnya kepedulian kita bersama untuk ikut serta dalam pembangunan.

Masih terjadi kurang meratanya pembangunan, lantas kita tidak boleh saling menyalahkan, kita tidak boleh menuding pemerintah kurang mampu dalam mengelola negara ini, untuk mewujudkan kesejateraaan bagi masyarakatnya.

Baca: Dampingi Menteri Desa PDTT Buka PID, Pangdam XII/Tpr Targetkan Optimalisasi Percepatan Desa Mandiri

Baca: Sinergisitas PLN-Kodam Amankan Objek Vital Kelistrikan

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan baik dalam pendanaan maupun sarana untuk membangun.

Untuk itu diperlukan kesadaran bersama untuk bahu-membahu membantu pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan guna mengejar ketertinggalan ini.

Sadar pentingnya kebersamaan dalam pembangunan, Kodam XII/Tanjungpura melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang sampai saat ini sudah dilaksanakan ke-106 kalinya.

Halaman
123
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved