Sinergisitas PLN-Kodam Amankan Objek Vital Kelistrikan

Satu di antaranya adalah MoU pengamanan pasokan batubara untuk mesin PLTU yang ada di Sintang, Sanggau, Ketapang, dan Bengkayang.

Sinergisitas PLN-Kodam Amankan Objek Vital Kelistrikan
TRIBUN FILE/ISTIMEWA
Panglima Kodam XII/ Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad berbincang dengan General Manager PLN UIW Kalbar Agung Murdifi saat kunjungan tim PLN ke Kodam XII/Tanjungpura, Senin (29/10/2019). 

Sinergisitas PLN-Kodam Amankan Objek Vital Kelistrikan

PONTIANAK - General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalbar, Agung Murdifi, bersilahturahim ke Kodam XII/ Tanjungpura, Senin (28/10/2019).

Kunjungan Agung beserta jajarannya ini disambut langsung oleh Panglima Kodam XII/ Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

Baca: Sikapi Tegas, MUI Sambas Larang Perayaan Halloween

Baca: Penyerahan Grand Prize Simpedes Semester I Tahun 2019 BRI Cabang Sanggau

Dalam kesempatan tersebut Agung menyampaikan kondisi kelistrikan di Kalbar, khususnya sistem Khatulistiwa.

"Kami terus berupaya untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Jika terjadi padam akibat gangguan listrik maka upaya percepatan pemulihan harus segera dilakukan," jelas Agung.

Agung juga menyinggung masalah tindaklanjut penandatanganan MoU antara KASAD dengan Direksi PLN terkait pengamanan objek vital.

Satu di antaranya adalah MoU pengamanan pasokan batubara untuk mesin PLTU yang ada di Sintang, Sanggau, Ketapang, dan Bengkayang.

Sementara itu menurut Pangdam XII/ Tanjungpura, Muhammad Nur Rahmad, pengamanan batubara untuk keperluan PLTU, perlu sinergisitas antara PLN dengan anggota TNI.

"Penandatanganan MoU antara KASAD dengan Direksi PLN dapat dilanjutkan dengan MoU antara Pangdam dan GM PLN," sebut Nur Rahmad.

Menurutnya, agar anggota TNI memahami bagaimana melakukan upaya pengamanan yang baik dan benar, pihak PLN dapat memberikan semacam pelatihan kepada anggota TNI.

Selanjutnya Nur Rahmad berharap ada kegiatan bersama yang dapat dilakukan, salah satunya membuat radio di desa-desa untuk menyebar informasi kepada masyarakat.

Hal tersebut termasuk salah satu indikator desa mandiri yang berjumlah 52 kriteria, yakni tersedianya sarana informasi pada desa tersebut.

Nur Rahmad juga berpesan agar seluruh anggotanya dapat bertindak tegas untuk mengamankan kawasan ROW, yakni kawasan yang dilewati jaringan transmisi untuk mengantisipasi segala potensi yang dapat menyebabkan gangguan listrik.

"Saya mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan ROW dari segala potensi yang dapat menyebabkan gangguan listrik, seperti layang-layang, pohon dan tanam tumbuh milik warga, dan lain-lain agar pasokan listrik kita aman ," tutur Nur Rahmad.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved