Korupsi Dana Embung Seret Mantan Kabid PU Sintang dan Kasi Penataan Bangunan dan Lingkungan

Temuan itu mengindikasikan bahwa volume pekerjaan yang terpasang kurang dari nilai yang dibayarkan kepada tiga orang yang ditetapkan tersangka.

Korupsi Dana Embung Seret Mantan Kabid PU Sintang dan Kasi Penataan Bangunan dan Lingkungan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ AGUS PUJIANTO
KENAKAN ROMPI ORANGE: Tiga tersangka korupsi Dana pembangunan embung resmi mengenakan rompi orange. sejak ditetapkan tersangka pada Maret 2018 silam, ketiga tersangka tidak ditahan dengan alasan kooperatif 

Korupsi Dana Embung Seret Mantan Kabid PU Sintang dan Kasi Penataan Bangunan dan Lingkungan

SINTANG - Setelah lebih dari setahun pasca ditetapkan tersangka oleh Polres Sintang, ketiga tersangka korupsi kegiatan jasa konstruksi pembangunan Embung di Desa Landau Kodam, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sintang. Ketiganya resmi mengenakan rompi orange dan ditahan di Lapas Pontianak.

Ada tiga orang yang ditetapkan tersangka. SHM, pensiunan ASN terakhir menjabat Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Kabupaten Sintang, HRN masih berstatus ASN menjabat Kasi Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas PU dan MSK selaku penyedia barang dan jasa.

Dugaan adanya tindak pindana korupsi pekerjaan jasa konstruksi pembangunan Embung di Desa Landau Kodam, Kecamatan Kelam Permai dikethaui setelah keluar hasil pemeriksaan fisik bangunan yang dilakukan oleh ahli teknik dari Universitas Tanjung Pura, Pontianak.

Temuan itu mengindikasikan bahwa volume pekerjaan yang terpasang kurang dari nilai yang dibayarkan kepada tiga orang yang ditetapkan tersangka.

Baca: Satu dari Tiga Tersangka Kasus Korupsi Embung Berstatus ASN, Ini Identitasnya

Baca: Golden Tulip Angkat Kuliner Khas Pontianak Jadi Ikon Hotel

“Fakta di lapangan tidak sesuai dengan volume  pada kontrak setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan kualitasnya. Selisih anggaran sebesar Rp 547.775.454 juta rupiah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asriyanto pada akhir tahun 2018 silam.

Berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sintang, lelang pembangunan Embung Desa Landau Kodam, Kecamatan Kelam Permai pagu paket sebesar Rp 1,5 miliar rupiah bersumber dari APBN, bantuan dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ditjen Pembangan Daerah Tertentu pada tahun 2015.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, seperti dokumen surat perjanjian kerja, berita acara serah terima pekerjaan dan surat perintah membayar serta rekening koran.

Pasca ditetapkan tersangka berdasarkan LP/80/III/2018/Kalbar/Res Stg 20 Maret 2018, ketiganya tidak ditahan. Indra menyebut, ketiganya tidak ditahan karena kooperatif.

Baca: Hadiri Penganugerahan Biodiversity Award untuk Ani Yudhoyono, Ini Kata AHY

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asriyanto belum menjawab konfirmasi ulang Tribun Pontianak perihal pelimpahan berkas dan tersangka ke kejaksaan.

Sementara Kasi Pidsus pada Kejari Sintang, Acep Subhan mengatakan ketiga tersangka melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang undang RI  No 31 tahun 1999 jo undang undang Ri No.20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Khup.

 “Berdasarkan penghitungan kerugian  negara oleh BPK RI Atas perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian negara Rp. 598.475.899,” ungkap Acep. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved