Warga Pontianak Berharap Operasi Pasar Gas 3 Kg Dilakukan 2 Kali Seminggu
Ia mengatakan operasi pasar terkait gas 3 kg seperti ini harus sering dilaksanakan untuk masyarakat biar merata.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Warga Pontianak Berharap Operasi Pasar Gas 3 Kg Dilakukan 2 Kali Seminggu
PONTIANAK- Lina Wati, Sutiana seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya sebagai penjual bubur di Daerah Sungai Jawi Pontianak mengaku dalam minggu ini susah mendapatkan gas LPG 3 Kg bahkan harus mengantri terlebih dahulu.
Ia mengaku sudah sering mengantri dan jadwalnya mengantri biasanya pada Selasa dan Kamis.
"Waktu Kamis kemaren beli gas tapi tidak ada dan di kasi taulah kalau di sini ada operasi pasar," ujarnya saat mengantri Gas 3 Kg saat Operasi Pasar di Pasar Dahlia Pontianak, Kamis (31/10/2019).
Baca: Andi Darmali: Penyaluran Gas LPG 3 Kg ke Pangkalan Berbeda-Beda Sesuai Kepadatan Penduduk
Baca: Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Zulfydar Sarankan Masyarakat Beralih ke Bright Gas
Ia mengaku bahwa dari seminggu lalu sudah susah mencari gas 3 kg bahkan kadang tidak dapat.
"Kalau tidak dapat biasanya minta langsung ke agen dia bilang tidak ada padahal ada. Tapi orang lain minta di kasinya. Apelah beda kita nih kita sama-saam beli," ujarnya.
Sebelumnya ia mengaku memang sudah biasa antri di pangkalan dan harganya biasanya untuk gas 3 Kg Rp 16. 500.
"Tapi pas minggu lalu dua kali saya dapat harga Rp 25 ribu, mau tidak mau di beli lah dari pengecer. Hal kayak gitu bisa di laporkan bahkan ada yang jual Rp 30 ribu," ujarnya.
Ia mengaku tidak mampu jika terus terusan membeli gas 3 Kg dengan harga seperti itu.
"Sedangkan gas besar orang ndak mampu apa lagi macam gini yang jualan bubur dan nasi. Biasanya penggunaan gas 3 kg ini penggunaannya hanya 2 Hari," ujarnya.
Namun ia merasa bersyukur sebab jualannya sampai saat ini lancar, tapi dengan kondisi gas seperti ini ia merasa berat.
"Rasanya mau ganti gas warna pink, sedangkan gas kayak gini banyak yang ngeluh apa lagi yang tabung pink. Tapi kadang mau tak mau kalau udah langka kita isi yang harga 25 ribu di pengecer dari pada tidak ada sama sekali," ujarnya.
Ia merasa kalau bulan ini gas LPG 3 Kg terasa langka dan macet biasanya ia langaung meminta ke agen namun beberapa kali dikatakan bahwa di agen juga tidak ada.
"Tak ada katanya padahal ada , bukan kita minta di agen tu alasanya karena wilayah nya jauh .Padahal masih satu kecamatan. Kalau bisa jangan lah sepeti ini lagi, jangan lah agen yang ambil 10 tabung di kasi yang ambil 1 tabung tidak," ujarnya.
Ia mengatakan operasi pasar terkait gas 3 kg seperti ini harus sering dilaksanakan untuk masyarakat biar merata.
"Ini masih mending di jatah dua kadang satu aja susah carinya. Pengambilan tadi juga pakai celup tangan bawa KTP. Sebelumnya belum pernah kayak gini. Tapi bagusnya operasi seperti ini minilam 1 minggu dua kali lebih bagus," pungkasnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak