Mahasiswa IAIN Pontianak Ikut Berpartisipasi di Ajang Conference International

Tak mudah bagi Liansyah untuk lolos dan mewakili IAIN Pontianak lantaran ia harus melalui proses seleksi berupa berkas.

Mahasiswa IAIN Pontianak Ikut Berpartisipasi di Ajang Conference International
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
ICONHUMANS 2019 

Mahasiswa IAIN Pontianak Ikut Berpartisipasi di Ajang Conference International

PONTIANAK- Liansyah terpilih sebagai salah satu dari perwakilan Perguruan Tinggi Islam dalam kegiatan International Conference on Ushuluddin and Humanities Studies 2019.

Ajang ICONHUMANS 2019 ini merupakan event Conference International dengan mengundang pemakalah dari seluruh akademisi yang ada di berbagai Negara.

Diketahui, ajang diselenggerakan oleh Faculty of Ushuluddin and Humanities, Universitas Islam Walisongo Semarang.

Tak mudah bagi Liansyah untuk lolos dan mewakili IAIN Pontianak lantaran ia harus melalui proses seleksi berupa berkas (abstrak dan paper essay).

Baca: Fakultas Syariah IAIN Pontianak Launching The King Of Hels Komunitas Bahasa Inggris

Baca: Gubernur Kalbar Ingatkan Sarjana IAIN Pontianak Harus Lakukan Inovasi

Namun, setelah dilaksanakan penjaringan maka terpilihlah 57 peneliti yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan Islam atau perguruan tinggi Islam, untuk menjadi panelis.

"Kegiatan ajang ini berupa Pleenary Session dan Pararel Sesions adapun yang menjadi keynote speaker adalah peneliti dari berbagai Universitas dunia antaranya dari Deputy Director of Jiangsu Vocational institute of Architectul Technology, China dan lainya," katanya.

Lolos dengan paper berjudul Acculturation Culture at the place Alwatzikhoebillah Sultane Sambas of West Kalimantan, dan menjadi pemakalah pada sesi pararel Islamic Art and Architecture in Indonesia.

Kegitan ini akan di selenggarakan pada 7 November 2019, di Hotel and Resort Wujil Semarang, Indonesia .

"Ajang ini bersifat non- Fully Funded Artinya saya masih perlu ikhtiar terhadap lembaga kampus dan lapisan masyarakat untuk dapat mengikuti conference International, saya berharap dengan mengangkat arsitektur Islam pada penelitian ini dapat membawa nama Sambas dan Kalimantan Barat lebih di kenal di mata International,” tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved