Warga Ketapang Keluhkan Elpiji 3 Kg Sering Terjadi Kelangkaan, Harga Capai Rp 40 Ribu

Warga kembali mengeluhkan langka serta mahalnya gas elpiji ukuran 3kg yang mencapai Rp 35 hingga Rp 40 ribu pertabungnya.

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Ilustrasi Kelangkaan LPG 3 Kg 

Warga Ketapang Keluhkan Elpiji 3 Kg Sering Terjadi Kelangkaan, Harga Capai Rp 40 Ribu

KETAPANG - Persoalan kelangkaan serta mahalnya gas elpiji ukuran 3kg juga di rasakan oleh masyarakat Kabupaten Ketapang.

Saat ini sejumlah warga kembali mengeluhkan langka serta mahalnya gas elpiji ukuran 3kg yang mencapai Rp 35 hingga Rp 40 ribu pertabungnya.

Saat diwawancarai, satu diantara warga Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Agus Hariansyah (38) mengaku sangat mengeluhkan kondisi kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji 3kg di Kabupaten Ketapang.

Baca: Sebut Masalah Elpiji 3kg Hal Klasik, Lutfi Sarankan Ini Pada Pemerintah

Baca: Pertamina Sediakan 10.640 Tabung Elpiji 3 Kg Pada Operasi Pasar Selama 2 Hari

"Sangat terbebani kita, selain susah dicari, harganya mahal pertabung hingga Rp 40 ribu. Saya tidak jadi beli," ungkapnya, Jumat (01/11/2019).

Ia melanjutkan, kondisi ini bukan baru pertama kali terjadi, tetapi sudah sangat sering terjadi.

Namun dikatakan Agus dirinya belum melihat tindakan nyata dari Pemerintah Daerah terkait solusi mengenai kelangkaan dan mahalnya harga gas 3kg ini.

"Kelangkaan parah itu pernah terjadi akhir tahun 2018, disitu saya juga belum liat peran Pemda menyelesaikan permasalahan gas ini. Apalagi sekarang, harusnya Pemda sudah harus ambil ketegasan," lanjutnya.

"Kalau kuota kurang mungkin bisa koordinasi dengan pertamina untuk pengajuan penambahan kuota, tapi kalau yang ngantri buat beli gas ini bukan orang miskin saja, ya wajar bisa langka seperti ini," tambahnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved