Berikut Analisa Pengamat Ekonomi Untan Terkait Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Pontianak
Walaupun misalnya ada penambahan pengguna, kalau subsidinya tidak bertambah ya, pertamina juga tidak bisa menambah.
Penulis: Zulkifli | Editor: Maudy Asri Gita Utami
jadi itu saya kira, dua penyebab itu sehingga semakin hari gas elpiji 3 kg semakin langka.
Kemudian berdasarkan data pemerintah jumlah penduduk miskin itu kan berkurang, artinya wajar kalau pemerintah menurunkan jumlah subsidinya.
Tapi kenyataan dilpangan masih banyak orang miskin, sehingga penyaluran itu tidak cukup.
Jangankan yang miskin, yang tidak miskin juga ikut menggunakan gas elpiji 3 Kg.
Gas non subsidi langka tidak? kalau tidak, artinya di Pertamina gas itu ada, kalau ikut langka gas non subsidi, berarti ada persoalan dipenyaluran persediaan sehingga tidak memenuhi kebutuhan .
Soal warga bukan miskin menggunakan gas elpiji 3 Kg, saya kira itu hal yang lumrah terjadi.
Sekarang siapasih yang mampu mengawasi. Ada tidak yang mampu mengawasi.
Jadi selama gas elpiji ada dipasaran dan bisa dibeli siapapun ya, apalagi bagi ibu-ibu, dengan selisih harga itu juga suatu yang berharga dan mungkin juga dengan pola rumah tangga sekarang yang tidak terlalu banyak masak dirumah, misalnya, dengan gas 3 Kg sudah mencukupi.
Kalau mengharapkan peran pemerintah saya juga tak percaya itu bisa maksimal, kemampuan mengawasi itu yang bagaimana?
Apa bisa setiap pembeli ditanya, apakah kamu miskin atau tidak?
Kau dulu ada ide, setiap orang tidak mampu atau miskin diberikan kartu.
Namun itu juga bisa dengan mudah diakali.
Orang yang tidak miskin pinjam kartu, jadi yang punya kartu yang berdagang.
Saya kira solusinya ya, kalau pemerintah punya anggaran tambah kuotanya.
Kalau tidak ditambah yang tetap saja. sebenarnya bagi Pertamina gas itu ada.
Saya kira kelangkaan itu disebabkan jumlah yang tersedia tidak memenuhi permintaan.