Peringatan Hari Anak, Wali Kota Pontianak Ingatkan Bahaya Candu Gadget

Edi menegaskan bahwa ketergantungan anak pada gadget berdampak pada perkembangan proses belajar anak, karena akan muncul rasa malas

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
tribun pontianak
HARI ANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama para anak saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konferensi Teater 1 Untan Pontianak, Rabu (30/10). TRIBUN PONTIANAK/HAMDAN 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi R Kamtono mengingatkan ancaman bahaya ketergantungan anak terhadap gadget, game online, dan televisi. Ia pun mengajak, orang tua melakukan pengawasan ketat pada jaman teknologi ini, karena gadget dapat mengganggu perkembangan belajar anak.

Pesan tersebut disampaikan Edi R Kamtono saat memberikan sambutan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konferensi Teater 1, Universitas Tanjungpura Pontianak, Rabu (30/10/2019). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penutupan giat Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Peringatan HAN sejatinya diperingati 23 Juli 2019 lalu, namun ditunda lantaran adanya bencana asap yang sempat melanda Kota Pontianak beberapa waktu lalu, sehingga baru terlaksana kemarin ini dirangkaikan dengan penutupan kegiatan P2WKSS.

Baca: Gugat SK Gubernur Kalbar, Warga Perum IV Pilih Masuk Wilayah Kota Pontianak

Baca: Theresa Wardhany Lulusan Untan IPK 4.00, Terbiasa Berbahasa Mandarin

Edi menegaskan bahwa ketergantungan anak pada gadget berdampak pada perkembangan proses belajar anak, karena akan muncul rasa malas dan keengganan untuk membuka buku sekolah ataupun bacaan sejenisnya.

"Anak-anak harus kreatif, banyak melakukan gerak dan harus ada rasa keingintahuan yang kuat sehingga bakat dan kemampuan yang mereka miliki timbul dengan sendirinya," kata dia.

Ia menerangkan sebagian orang tua ingin anaknya diam, tidak nakal dan bermain di luar rumah, sehingga mereka memberikan kebebasan anak-anaknya bermain perangkat teknologi tersebut sepanjang mereka berada di rumah saja.

Edi menilai apa yang dilakukan orangtua tersebut adalah salah kaprah. Sebab, anak-anak harus beraktivitas dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

"Mereka butuh bermain dengan teman-temannya, berkomunikasi dan menuangkan ide-ide kreatif yang mereka miliki," ujarnya.

Pada kesempatan itu, perwakilan anak dari berbagai Duta, membacakan Suara Anak Kota Pontianak, berisi beberapa keinginan yang disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Keinginan tersebut disambut baik oleh Wali Kota Pontianak. Menurut Edi, apa yang mereka suarakan akan menjadi masukan bagi Pemkot Pontianak untuk memenuhi hak-hak anak.

"Kita akan akomodir apa yang menjadi suara atau keinginan anak-anak Kota Pontianak. Makanya perwakilan dari anak juga kita libatkan dalam Musrenbang," ungkapnya.

Sementara itu, terkait P2WKSS, dia menyebut peranan wanita dalam pembangunan dan kemajuan bangsa erat kaitannya dengan terciptanya anak yang sehat dan kuat.

Sebab, peran seorang ibu dalam merawat serta mendidik anak-anaknya dengan baik, akan mencetak generasi yang tangguh dan berguna bagi bangsa dan negara.

"Oleh sebab itu P2WKSS ini tidak terpisahkan dari menciptakan generasi muda yang sehat, kuat dan cerdas serta memiliki akhlak yang baik pula. Mereka ini kelak menjadi andalan dalam membangun negara ini menjadi lebih maju," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved