Theresa Wardhany Lulusan Untan IPK 4.00, Terbiasa Berbahasa Mandarin

"Jangan takut untuk berbicara (speaking) bahasa Mandarin karena itu sangat penting," ucapnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Theresa Wardhany, menjadi lulusan peraih IPK tertinggi yakni 4.00 dari Program Sarjana dari Program studi Bahasa Mandarin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura (FKIP Untan) pada Wisuda Untan Periode pertama tahun 2019/2020 yang diselenggarakan di Audit Untan, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita Putri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Theresa Wardhany, menjadi lulusan peraih IPK tertinggi yakni 4.00 dari Program Sarjana dari Program studi Bahasa Mandarin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura (FKIP Untan).

Ia diwisuda periode pertama tahun 2019/2020 yang diselenggarakan di Audit Untan, Rabu (30/10/2019).

Dari 1266 mahasiswa yang diwisuda, Theresa berasal dari Kota Singkawang ini mengatakan sedari awal memang sudah menyukai Bahasa Mandarin.

"Jangan takut untuk berbicara (speaking) bahasa Mandarin karena itu sangat penting," ucapnya.

Baca: Siswa Al Mumtaz Takjub Lihat Robot di Lab Teknik Untan

Baca: Data Buta Aksara Tidak Valid, Midji: Kita Sedang Perbaiki

Waktu belajar di kampus juga dipraktekkannya lagi saat di rumah.

"Jadi kalau belajar bahasa kan harus banyak ngomong dan dipraktekkan, Jadi kalau nonton film Mandarin, dengar lagu Mandarin dan ngobrol sesama teman agar lebih terbiasa," ujarnya.

Ia juga mengatakan ketika ada waktu luang ia sering menemui dosennya untuk mempraktekkan speaking (bicara).

Selain belajar dibangku kuliah, Theresa Wardhani juga aktif di Organisasi Keluarga Besar Mahasiswa Bhuddis Universitas Tanjungpura (KBMB Untan) dan Perhimpunan Mahasiswa Bumi Khatulistiwa yang juga telah membiayai perkuliahnya hingga selesai.

Selain itu, Theresa Wardhany juga pernah meraih prestasi juara tiga nasional pada tahun 2018.

Ia mengatakan saat ini ia sudah diterima bekerja sebagai translator bahasa Mandarin di Jakarta.

Namun jika mempunyai kesempatan Ia masih berkeinginan untuk melanjutkan kuliah Magister bahasa Mandarin di Tiongkok.

"Hal yang penting adalah belajar di kampus dengan serius, kalau ada waktu luang di rumah diulangi, dan ada tugas di kerjakan dengan betul," ujarnya.

Namun kata dia tidak hanya belajar, tapi juga ada organisasi di luar yang diikuti untuk mencari pengalaman persiapan di dunia kerja.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved