Pendiri Start Up Enggang Indonesia, Haris Lulusan Terbaik Untan
Usai mengikuti prosesi wisuda, ia mengatakan bahwa Start up yang ia buat adalah salah satu Start up dibidang jasa pariwisata
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
Awal mula dirinya membangun Start up ini berawal dari saat dirinya melakukan KKN di daerah perbatasan yang diselenggarakan oleh KKN Revolusi mental Untan .
"Kami awalnya mengkonsep untuk meningkatkan dari grafik kedatangan wisatawan yang lokal maupun nasional. Setelah itu kami pun mencoba untuk memberikan inovasi wisata ," ujarnya.
Jadi tidak hanya sampai disana saja, dirinya terus mencoba memberikan edukasi lainnya seperti ada pengrajin dan kampung kreatif yang nantinya akan didatangi.
"Kami juga berkomitmen untuk memberikan fee secara gratis kepada mitra yang kami kerjasamakan. Jadi walaupun wisatawan tidak mmbeli produk mereka, tetap akan mendapat fee dari kami," ujarnya.
Ia mengatakan website Enggang Indonesia ini juga sudah di kenalkan di nasional melalui beberapa kompetisi sebagai ajang promosi.
"Kami (Enggang Indonesia) juga tergabung dalam 50 pemuda wirausaha muda di Kampus dan juga pernah mengikuti American Corner (Amcor) yang bekerjasama dengan Amerika yang memberikan investor melalui Amcor untan," ujarnya.
Haris mengatakan Start Up Enggang Indonesia sudah sering berkomtensi dengan Start up lainnya se nasional.
"Melalui start up ini juga kami sudah dipertemukan dengan stake holder pemerintah provinsi Kalbar dan para investor dan juga sudah bekerja sama dengan Diskominfo dan sudah diberikan kepercayaan untuk menghandle tamu mereka. Selain itu bekerjasama juga dengan pihak Untan," ujarnya.
Ia mengatakan untuk menjalankan Start Up ada tim nya dari beberapa mahasiswa Untan yakni ada programmer, marketing.
Baca: Kuota Capai 2.500 Orang, Untan Gelar Wisuda Dua Hari Berturut-Turut
Setelah lulus kuliah, ia mengatakan akan terus mengembangkan start up ini dan akan memberikan inovasi baru sehingga bisa merangkul banyak pekerja .
"Kami ingin berkomitmen untuk kawan-kawan lainnya untuk terus berkolaborasi," ujarnya.
Sejauh ini, konsumen yang oernah datang mulai dari lokal,nasional dan internasional. Untuk lokal biasanya pengunjung dari kampus, stake holder dan NGO, sedangkan di tingkat nasional pengunjung dari NGO .
"Beberapa waktu lalu kita juga bawa pengunjung dari internasional yakni dari amAustrali dan Spanyol untuk melakukab aktivitas di Bengkayang," ujarnya.
Ia patut berbangga hati, sebab saat menjadi mahasiswa ia sudah mampu menciptakan inovasi yang memang mengenalkan kekayaan di bidang pariwasata di Kalbar kepada masyarakat luas bahkan ke kancah internasional.
"Dari internasional juga sudah banyak yang mengunjung webaite dan sudah mendapatkan perhatian dari orang-orang luar negeri," pungkansya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/haris-lulusan-terbaik.jpg)