Pendiri Start Up Enggang Indonesia, Haris Lulusan Terbaik Untan
Usai mengikuti prosesi wisuda, ia mengatakan bahwa Start up yang ia buat adalah salah satu Start up dibidang jasa pariwisata
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
Pendiri Start Up Enggang Indonesia, Haris Lulusan Terbaik Untan
PONTIANAK - Putra asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Haris menjadi lulusan terbaik Universitas Tanjungpura Pontianak.
Haris, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP) mendapatkan predikat lulusan terbaik yang mempunyai Start up pada wisuda Untan Periode I Tahun Akademik 2019/2020 yang diselenggarakan di Auditorium Untan, Rabu (30/10/2019).
Pendiri Start up Enggang Indonesia yang sudah dikenal hingga ke kancah internasional. Haris menyelesaikan kuliahnya dengan tepat waktu yakni selama 4 tahun, dengan meraih IPK 3.50.
Pada semester 6 perkuliahan pada tahun 2018 lalu, Haris telah mengembangkan Start up yang diberi nama Enggang Indonesia yang menawarkan produk dan jasa seperti wisata edukasi, dan penelitian.
Baca: Ribuan Peserta Ikuti Jalan Santai Meriahkan Hut PMI ke-74 di Kembayan
Baca: Pangdam XII Tanjungpura Kunjungan Kerja ke Kapuas Hulu
Dari Start up yang telah ia ciptakan ia mampu meraup omset sebesar Rp 30 Juta pertahun dengan dibantu oleh 4 karyawannya.
Dengan semua pencapaiannya saat ini ia mendapatkan apresiasi yang begitu luar biasa dari pihak kampus maupun Rektor Untan saat mengikuti proses wisuda.
Ia juga mendapatkan reward yakni mendapatkan program perkembangan bisnis dibawah pembinaan gojek, dan mendapatkan biaya studi kerja ke-3 Sains Tekno Part yang diberikan oleh Untan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepadanya.
Usai mengikuti prosesi wisuda, ia mengatakan bahwa Start up yang ia buat adalah salah satu Start up dibidang jasa pariwisata, wisata edukasi, dan penelitian.
"Kami memfaslitasi para komunitas , lembaga , universitas, baik personal wisatawan lokal maupun internasional melalui Start up ini yang bisa di akses leeat website," ujarnya.
Ia mengatakan Start up yang ia sajikan dalam bentuk website untuk memudahkan wisatawan ketika ingin berbelanja dan lainny sebagainya.
"Kami membuat website dengan konsep simple dan tinggal di klik saja dan sudah bisa berjalan sesuai keinginan dan budget yang ada ," ujarnya.
Start up ini menyediakan jasa pariwisata mulai dari pariwiata dibidang wirausaha UMKM yang dikelola oleh masyarakat baik itu pengrajin produk lokal yang menjadi sebuah wisata edukasi dan tidak hanya berpola pada wisata alam tapi mengkolaborasi wisata edukasi berupa produk lokal.
"Untuk riset juga kita lakukan di daerah Kalbar. Penggunakan website ini juga bisa di akses oleh siapapun. Namun basic pengembangannya tetap di Kalbar karena kita mencoba untuk mengekplore Kalbar ," ujarnya.
Baca: Profil Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Helman Fachri, Alumni S3 Unpad Bandung
Ia mengatakan siapapun dan dimanapun orang-orang bisa mengakses website Enggang Indonesia.
Awal mula dirinya membangun Start up ini berawal dari saat dirinya melakukan KKN di daerah perbatasan yang diselenggarakan oleh KKN Revolusi mental Untan .
"Kami awalnya mengkonsep untuk meningkatkan dari grafik kedatangan wisatawan yang lokal maupun nasional. Setelah itu kami pun mencoba untuk memberikan inovasi wisata ," ujarnya.
Jadi tidak hanya sampai disana saja, dirinya terus mencoba memberikan edukasi lainnya seperti ada pengrajin dan kampung kreatif yang nantinya akan didatangi.
"Kami juga berkomitmen untuk memberikan fee secara gratis kepada mitra yang kami kerjasamakan. Jadi walaupun wisatawan tidak mmbeli produk mereka, tetap akan mendapat fee dari kami," ujarnya.
Ia mengatakan website Enggang Indonesia ini juga sudah di kenalkan di nasional melalui beberapa kompetisi sebagai ajang promosi.
"Kami (Enggang Indonesia) juga tergabung dalam 50 pemuda wirausaha muda di Kampus dan juga pernah mengikuti American Corner (Amcor) yang bekerjasama dengan Amerika yang memberikan investor melalui Amcor untan," ujarnya.
Haris mengatakan Start Up Enggang Indonesia sudah sering berkomtensi dengan Start up lainnya se nasional.
"Melalui start up ini juga kami sudah dipertemukan dengan stake holder pemerintah provinsi Kalbar dan para investor dan juga sudah bekerja sama dengan Diskominfo dan sudah diberikan kepercayaan untuk menghandle tamu mereka. Selain itu bekerjasama juga dengan pihak Untan," ujarnya.
Ia mengatakan untuk menjalankan Start Up ada tim nya dari beberapa mahasiswa Untan yakni ada programmer, marketing.
Baca: Kuota Capai 2.500 Orang, Untan Gelar Wisuda Dua Hari Berturut-Turut
Setelah lulus kuliah, ia mengatakan akan terus mengembangkan start up ini dan akan memberikan inovasi baru sehingga bisa merangkul banyak pekerja .
"Kami ingin berkomitmen untuk kawan-kawan lainnya untuk terus berkolaborasi," ujarnya.
Sejauh ini, konsumen yang oernah datang mulai dari lokal,nasional dan internasional. Untuk lokal biasanya pengunjung dari kampus, stake holder dan NGO, sedangkan di tingkat nasional pengunjung dari NGO .
"Beberapa waktu lalu kita juga bawa pengunjung dari internasional yakni dari amAustrali dan Spanyol untuk melakukab aktivitas di Bengkayang," ujarnya.
Ia patut berbangga hati, sebab saat menjadi mahasiswa ia sudah mampu menciptakan inovasi yang memang mengenalkan kekayaan di bidang pariwasata di Kalbar kepada masyarakat luas bahkan ke kancah internasional.
"Dari internasional juga sudah banyak yang mengunjung webaite dan sudah mendapatkan perhatian dari orang-orang luar negeri," pungkansya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/haris-lulusan-terbaik.jpg)