Hadirin: Layanan Kapal Bandong Sasar Masyarakat Minim Akses Faskes

Pihaknya juga menggandeng mitra seperti TNI-Polri dan Kementerian Pertahanan untuk memberikan penyuluhan.

Tayang:
Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Suasana pelayan KB di dalam Kapal Bandong. 

Hadirin : Layanan Kapal Bandong Sasar Masyarakat Minim Akses Faskes

SANGGAU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendekatkan pelayanan pada masyarakat daerah aliran sungai (DAS) Kapuas.

Kabid KBKR BKKBN Kalbar, Hadirin menyebutkan layanan pada masyarakat di DAS Kapuas ini sudah empat empat kali dilaksanakan.

Pihaknya juga menggandeng mitra seperti TNI-Polri dan Kementerian Pertahanan untuk memberikan penyuluhan.

Baca: Pelaku Usaha Kapal Wisata Dukung Pemkot Bangun Dermaga Apung

Baca: Warga Sungai Asam Antusias Pasang Implan Saat Pelayan KB dari BKKBN di Kapal Bandong

"Tujuannya melakukan penyusuran sungai ini adalah untuk menyasar masyarakat yang jauh dari sarana dan prasarana kesehatan baik pemerintah maupun swasta," ucap Hadirin yang juga merupakan Ketua Panitia pelaksanaan ekspedisi Kapal Bandong saat pelayanan di Desa Beginjan, Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Rabu (30/10/2019)

Lanjut disampaikan Hadirin, sebenarnya untuk layanan daerah aliran sungai ini lebih banyak muatan politisnya, bahwa masyarakatnya jarang dikunjungi oleh pemerintah karena keterbatasan akses, maka BKKBN hadir ditengah mereka.

"Selain pelayanan KB, kita juga memberikan informasi tentang pembangunan keluarga, karena pembangunan keluarga itu akan lebih mudah tercapai kalau dimulai dari keluarga," tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya meyusuri sungai dari Kubu Raya hingga Putussibau sekitar 1200 KM jarak tempuh.

Hadirin menegaskan layanan kesehatan dan KB di DAS bisa dikatakan kurang, karena adanya pelayanan mobile BKKBN menggunakan Kapal Bandong ini antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Kemungkinan aksesnya sangat sulit ditempuh lewat darat, kemampuan dari kabupaten kurang maksimal dan BKKBN bisa membantu daerah itu terkait pelayanan KB.

"Setiap titik telah ditargetkan pemasangan IUD 20 orang dan implan 74 orang. Selain itu, diberikan juga layanan Pil dan Kondom, bukan hanya implan dan IUD. Sementara untuk metode operasi tidak bisa dilakukan, bahkan di puskesmas juga tidak bisa dan harus dilakukan di rumah sakit,"

BKKBN menawaroan untuk masyarakat menggunakan implan dan IUD karena untuk jangka dwaktu lama yaitu 3 tahun.

Sedangkan suntik dan pil hanya bulanan. Sehingga menurut Hadirin, kasihan masyarakat sendiri yang setiap bulan harus mendatangi puskesmas.

Baca: Siap Tinggalkan Demokrat, Rupinus Ganti Partai Maju di Pilkada Sekadau

"Program susur sungai ini direncanakan setiap tahun, karena kita memetakan setiap tiga tahun sekali IUD maupun implan yang dipasang oleh masyarakat ini harus diganti," tegasnya.

Masyarakat memang meminta intensitas ini diperbanyak, namun karena keterbatasan anggaran hanya bisa melakukan setahun sekali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved